MADIUN – Suasana sore hari selama bulan Ramadan di Kota Madiun terlihat lebih padat dari biasanya.
Fenomena war takjil kembali terjadi dan dipenuhi warga yang berburu hidangan berbuka puasa di sejumlah titik keramaian kota.
Beberapa lokasi yang menjadi pusat aktivitas di antaranya kawasan Bundaran Serayu, Taman Bantaran Kali Madiun, Alun-Alun Kota Madiun, Jalan Anjasmoro (Jalan Anyar) hingga Lapangan Gulun.
Sejak pukul 16.00 WIB lapak-lapak pedagang mulai dipadati pembeli yang mencari aneka takjil seperti gorengan, kolak, es buah dan jajanan lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di sekitar lokasi war takjil mengalami kepadatan menjelang azan Magrib.
Pengendara motor dan mobil terlihat melambat karena banyak warga yang berhenti untuk membeli makanan dan minuman berbuka.
Ramainya aktivitas ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) musiman.
Banyak warga memanfaatkan momentum Ramadan untuk membuka lapak sementara demi menambah penghasilan.
Penjual es di kawasan Bundaran Serayu, Wati mengaku penjualannya meningkat signifikan selama bulan puasa.
“Kalau Ramadan seperti ini pembelinya lebih banyak dari hari biasa. Biasanya mulai ramai setelah jam empat sore dan paling padat menjelang magrib,” kata Wati.
Menurut Wati, minuman segar seperti es buah, es teh dan es cincau menjadi menu yang paling banyak dicari pembeli terutama saat cuaca panas.
Fenomena war takjil ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan masyarakat tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap sore menciptakan perputaran ekonomi yang cukup tinggi dalam waktu singkat.
Meski terjadi kepadatan kendaraan di beberapa titik, suasana tetap kondusif. Warga tampak tertib saat bertransaksi dan menikmati waktu ngabuburit bersama keluarga.
Hingga menjelang akhir Ramadan, war takjil di Kota Madiun diperkirakan akan terus dipadati warga yang ingin berburu takjil sekaligus menikmati suasana sore di ruang publik kota. Penulis: Anggita, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMMAD. (*)





