Bantul — Komitmen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam menghadirkan kampus yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi dan Praktek Strategi Marketing–Promosi di Era Digital untuk Institusi Pendidikan.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026 ini menjadi bagian dari gerakan UMY Berdampak, yang menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam penguatan kapasitas masyarakat.
Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Panggung Harjo III, Sewon, Bantul, dan diikuti oleh para guru yang tergabung dalam tim promosi institusi pendidikan. Kegiatan menghadirkan kolaborasi antara akademisi dan praktisi digital, dengan Firly Annisa, Ph.D. sebagai penyelenggara dari unsur perguruan tinggi, serta Reza Rivalda dari Posibel Digital Creative Studio sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Reza Rivalda menekankan pentingnya pemahaman terhadap algoritma media sosial, khususnya Instagram, sebagai kunci membangun visibilitas dan citra sekolah di ruang digital. Ia menjelaskan bagaimana konten didistribusikan kepada audiens, pentingnya engagement seperti like dan komentar, hingga peluang konten masuk ke fitur explore apabila interaksi meningkat. Tiga faktor utama yang memengaruhi algoritma—relationship, interest, dan timeliness—juga dibahas sebagai strategi dasar dalam perencanaan konten.
Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis, tetapi juga strategi praktis untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Beberapa di antaranya adalah membuat konten berbasis pertanyaan yang sering diajukan (FAQ), memanfaatkan fitur polling di Instastory, serta aktif merespons komentar audiens. Selain itu, waktu unggah konten juga ditekankan sebagai faktor penting, terutama dengan menyesuaikan pola perilaku audiens pada momen tertentu seperti Ramadan atau hari libur nasional.

Lebih dari sekadar membahas teknis algoritma, kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya membangun social proofuntuk memperkuat kepercayaan publik. Sekolah didorong untuk memanfaatkan konten testimoni, ulasan di Google Maps, optimalisasi website resmi, visual yang profesional, hingga kolaborasi dengan key opinion leader (KOL). Guru juga didorong untuk menampilkan sertifikasi dan prestasi sebagai bagian dari penguatan reputasi institusi.
Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari tridarma perguruan tinggi sekaligus implementasi nyata visi kampus berdampak. Sekolah-sekolah tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga perspektif strategis dalam membangun identitas dan daya saing di era digital.
Kegiatan ditutup dengan pesan inspiratif bahwa sekolah hebat bukan hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga berani hadir dan berbicara di ruang digital. Diharapkan, pelatihan ini mampu membantu institusi pendidikan membangun branding yang kuat, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas jangkauan promosi secara strategis dan berkelanjutan. (Firly Annisa)





