Bantul – Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, belajar, dan berbagi informasi. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang penting untuk menyebarkan gagasan, nilai, dan pengetahuan.
Bagi organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah, ruang digital sebenarnya membuka peluang besar untuk memperluas gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila para anggotanya memiliki kemampuan literasi digital yang memadai.
Melihat potensi sekaligus tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan literasi digital bagi anggota Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Panggungharjo III di Bantul.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (8/2/26) ini menghadirkan Denis Hida Lutfiana Stefani, M.A., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai penyelenggara kegiatan serta Reza Rivalda dari Posibel Digital Creative Studio sebagai pemateri utama.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan perempuan dalam memanfaatkan media digital secara positif, produktif, dan beretika. Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai konsep penting seperti jejak digital, keamanan akun media sosial, hingga cara menghindari berbagai modus penipuan online yang semakin marak di internet.
Selain itu, peserta juga diajak memahami bagaimana media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan edukasi sosial. Menurut Denis Hida, perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak literasi digital di masyarakat.
“Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk budaya digital di keluarga. Ketika mereka memiliki pemahaman yang baik tentang teknologi, maka mereka dapat menjadi teladan bagi anak-anak sekaligus penggerak edukasi digital di lingkungan komunitas,” jelasnya.
Salah satu sesi yang menarik dalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan konten digital sederhana. Peserta diajak mempelajari cara membuat konten edukatif yang dapat dibagikan melalui media sosial, seperti kampanye anti-hoaks, edukasi keluarga, hingga pesan dakwah yang inspiratif.
Reza Rivalda menjelaskan bahwa konten digital tidak harus dibuat secara rumit untuk dapat memberikan dampak positif. “Konten yang sederhana tetapi relevan dengan kehidupan sehari-hari justru sering lebih mudah diterima oleh masyarakat. Yang penting adalah pesannya jelas dan bermanfaat,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang aktif bertanya serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya komunitas perempuan yang lebih kritis, bijak, dan produktif dalam menggunakan teknologi digital.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, penguatan literasi digital menjadi langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas, beretika, dan berdaya di ruang digital.





