Masjid Raya Al-Falah Sragen: “Luar Biasa!”

SRAGEN – Masjid Raya Al-Falah Sragen kembali membuktikan diri sebagai magnet bagi para tokoh dan pemerhati manajemen masjid di Indonesia. Statusnya sebagai Masjid Percontohan Nasional bukan sekadar gelar, melainkan tercermin dari pelayanan dan suasana yang dirasakan langsung oleh para jamaah yang berkunjung.

​Salah satu apresiasi datang dari Dr. Suwardi, tokoh asal Kota Madiun yang juga menjabat sebagai jajaran pimpinan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).

Kesan Mendalam Saat Salat Magrib

​Di sela-sela kesibukannya, Dr. Suwardi menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah salat Magrib di masjid yang dikenal dengan konsep “Masjid Ramah Jamaah” ini. Ia mengaku terpukau dengan pengelolaan masjid yang dinilai sangat profesional dan menyentuh hati.

​”Kesannya luar biasa,” ungkap Dr. Suwardi singkat namun penuh penekanan usai melaksanakan ibadah di sana.

Mengapa Al-Falah Menjadi Percontohan?

​Masjid Raya Al-Falah Sragen memang telah lama menjadi buah bibir karena keberhasilannya dalam:

  • Manajemen Keuangan: Berani meng-nol-kan saldo infak dengan menyalurkannya kembali untuk kebutuhan umat.
  • Pelayanan Jamaah: Menyediakan minuman gratis, ATM beras, hingga fasilitas penginapan bagi musafir.
  • Kenyamanan Ibadah: Kebersihan yang terjaga dan tata kelola ibadah yang tertib, menciptakan kekhusyukan bagi siapa saja yang hadir.

​Apresiasi dari tokoh sekelas Dr. Suwardi semakin memperkuat posisi Masjid Raya Al-Falah sebagai inspirasi bagi masjid-masjid lain di Indonesia, khususnya dalam mengelola potensi umat untuk kemaslahatan yang lebih luas. Kehadiran beliau juga menunjukkan bahwa pola manajemen Al-Falah diakui secara luas lintas daerah dan organisasi.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top