MADIUN – Keluarga besar UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati menyelenggarakan acara Halalbihalal (HBH) 1 Syawal 1447 H yang dipusatkan di Kampus Madiun pada Kamis, 26 Maret 2026. Acara yang mempertemukan pegawai dari tiga wilayah kampus (Lawang-Malang, Surabaya, dan Madiun) ini mengusung tema besar: “Menjadi Insan Profesional, Edukatif, dan Unggul.”
Pengarahan Kepala UPT: Sinergi Tiga Kampus
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Murnajati, Bapak Evie Effendi Tri Cahyono, S.KM., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan kekompakan antarpegawai di seluruh unit kerja.
“Momentum Halalbihalal ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan bagi seluruh pegawai untuk kembali fitrah dengan semangat kerja yang lebih solid demi memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan masyarakat,” ujar beliau saat memberi pengarahan.

Materi Inti: Membedah Makna HBH dan Etos Kerja Islami
Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I. (Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun/Ummad). Beliau memaparkan materi mendalam mengenai kaitan Halalbihalal dengan QS. Ali Imran ayat 133-135, yang menekankan karakter hamba yang bertaqwa: mampu menahan amarah, memaafkan orang lain, dan segera beristighfar jika melakukan kesalahan.
Lebih lanjut, Ustaz Suwardi memberikan “sentilan” edukatif mengenai konsep Amanah Ayat vs Gaji Buta. Beliau mengingatkan bahwa setiap rupiah yang diterima sebagai gaji harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang nyata.
- Profesional: Bekerja sesuai kompetensi dan tuntas.
- Edukatif: Menjadi teladan bagi sesama rekan kerja dan masyarakat.
- Unggul: Selalu berinovasi dan memberikan hasil di atas standar.
Beliau juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang etos kerja tinggi: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan suatu pekerjaan, ia melakukannya secara itqan (profesional/bersungguh-sungguh).” (HR. Thabrani).
Penutup yang Khidmat
Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Dr. Suwardi, memohon keberkahan untuk institusi dan kesehatan bagi seluruh pegawai. Sebagai simbol persaudaraan, kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah dan makan bersama (mushafah).





