Ketua PCM Muntilan Magelang Berbagi Praktik Baik dalam Halalbihalal PCM Taman Madiun di UMMAD: ‘Jenengan Isin Apa? Wong Apik Kok Isin’

MADIUN – Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan, Magelang, Miftahudin memberi tauziah dalam acara Halalbihalal PCM/Taman Kota Madiun di hall kampus 1 UMMAD, Ahad, 12 April 2026.

Miftahudin memang diminta hadir untuk menyampaikan praktik baik PCM Muntilan kepada PCM/A Taman dan warga persyarikatan di Kota Madiun secara umum. Miftahudin membagikan pemahaman-pemahaman inspiratif mengenai cara bekerja membesarkan PCM Muntilan secara khusus dan berdakwah untuk Muhammadiyah secara umum.

“Muhammadiyah itu anane ngibadah, ngibadah ro ngibadah. Seneng menei ra seneng njaluk, angger arep rapat urunan,” ujar Miftahudin dalam bahasa Jawa.

Dalam bahasa Indonesia artinya Muhammadiyah itu selalu soal ibadah. Suka memberi tidak suka meminta, setiap kali mau rapat melakukan iuran.

Dalam kesempatan sharing praktik baik tersebut, Miftahudin menyampaikannya dengan bahasa campuran antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

Di hadapan peserta, Miftahudin menyampaikan agar tidak merasa susah dan jangan menunggu bantuan apabila gerakan dakwah Muhammadiyah belum berkembang.

“PRM Gunungpring (PCM Muntilan) itu ranting unggulan tingkat nasional. Ini pamer apik nggo dewe ra popo. Tafa’ul, Ini bukan pamer, bukan milik pribadi, ini milik Allah. Semangatnya-semangat jihad,” kata Miftahudin.

Diungkapkan Mftahudin, Gunungpring itu terkenal sebagai wilayah NU dengan pondok pesantrennya yang besar serta memiliki tokoh NU besar.

“Namun itu tidak masalah. Di situ ada pusat pesantrennya NU tapi ada persyarikatan Muhammadiyah juga dan (berkembang) bagus, nggendero. Ini jadi motivasi yang baik,” kata Miftahudin.

Miftahudin mengungkapkan bahwa SD Muhammadiyah Gunungpring saat ini mempunyai 750 siswa. Tahun ini bersiap menjadi SD internasional. Sudah ada lahannya, sudah ada konsepnya, funding-nya (pendanaan) sudah ada, berkembang terus.

“SD Muhammadiyah Gunungpring itu yang mendirikan ranting yang sedikit (anggotanya). Jadi kalau saat ini ada yang baru punya 1 atau 2 (aum) tidak apa-apa. Jenengan isin apa? Wong apik kok isin (Anda malu apa? Orang sudah bagus kenapa malu),” ujar Miftahudin.

Miftahudin lalu menyampaikan peran Muhammadiyah bagi bangsa dan negara Indonesia mulai dari bidang pendidikan, kesehatan.

“Apa yang bisa kita berikan negara? Bisa kita lihat, berapa jumlah universitas Muhammadiyah se Indonesia? 170. Negara mana yang ormasnya punya universitas sebanyak itu. Kalau (peran) Muhamadiyah sebanyak itu leren (berhenti) sehari saja, itu bermasalah.itu riil,” tandas pria berusia 45 tahun itu.

Miftahudin mengajak kader Muhammadiyah untuk tidak mudah menyerah dalam berdakwah. Warga Muhammadiyah harus memiliki pengalaman perjuangan hidup yang kuat.

Empan papan, struggle of live bagus, uripan gitu, Pak Bu. Maksudnya mangan, dhahar nggowo gereh yo oke, tongseng weteng yo oke. Dadi rektor universitas soyo (tambah) oke, dadi guru biasa ya tidak apa-apa. Karena kita itu mencari ridho Allah SWT,” kata Miftahuidn.

Miftahudin ikut berbangga dengan apa yang disampaikan Ketua PDM Kota Madiun, Ir. Sutomo yang menyampaikan UMMAD akan mendirikan Fakultas Kedokteran.

Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) juga telah mendirikan Fakultas Kedokteran. Baru satu periode berdiri, akan ditambah lagi dengan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi.

“Langsung beli lahan 2 hektar dengan biaya Muhammadiyah sendiri, mboten njaluk (tidak minta). ra popo ben semangat jenengan. (Tidak apa apa disampaikan agar Anda semangat),” kata Miftahudin.

Miftahudin pun mengingatkan kembali kepada peserta halalbihalal agar jangan mempermasalahkan PCM/A yang masih kecil perkembangannya.

Ming cilik ra popo, ojo dimingke. Iso dadi gede kui soko cilik (Masih kecil tidak apa-apakan, jangan disepelekan. Bisa jadi besar itu asalnya dari kecil,” tandas Miftahudin.

Ia berpesan menjadi Muhammadiyah jangan sampai mata duitan. Sebab kalau sudah seperti itu, akan kualat.

Mbah Dahlan mboten moto duiten, yang paling duweni Muhammadiyah itu Kyai Dahlan tapi beliau gerah mawon teng rumah sakit tetep bayar nek awak dewe nggolek fasilitas gratis,” kata Miftahudin.

Pesan lain yang disampaikan Miftahudin adalah mengajak peserta halalbihalal agar tidak mudah marah dan kecewa (mutung) apabila dikritik. Sebab mudah marah lalu kecewa bukan pawakan (watak) Muhammadiyah.

Dikritik itu tidak apa-apa. Karena kritik itu membangun.Jangan antikritik tapi kritiknya juga harus sadar kondisi. Kalau tidak dikritik nanti kelihatan baik terus padahal belum tentu.

“Saya jadi ketua PCM Muntilan baru satu tahun dapat somasi. Jadi saya ketua PCM pertama yang kena somasi. Dan saya senang, gembira, tidak masalah. Karena begitu (kultur) Muhammadiyah,” ujar pria berkacamata ini.

Miftahudin bercerita Kyai Ahmad Dahlan saat awal-awal menjalankan gerakan Muhammadiyah menghadapi pertentangan dari masyarakat. Mereka membakar langgar (mushola) yang ia dirikan.

“Hal itu membuat Kyai Ahmad Dahlan kecewa. Mbakyunipun ngendiko…’Lan, rapopo. Perjuangan ki ngono kui. Tak gawekne langgar sing luwih apik. Ra sah lungo’. Kalau Kyai Ahmad Dahlan saat itu pergi, Muhammadiyah tidak akan berdiri seperti sekarang ini. Jenengan di ranting , cabang, daerah dikritik terus mutung, jangan sampai,” kata Miftahudin.

Miftahudin mengingatkan berdakwah di Muhammadiyah jangan mencari pujian (alem). Sebab kalau mencari pujian jadi aleman (manja).

“Jenengan nek ora dialem ora mlaku, jangan seperti itu,” kata Miftahudin.

Lalu ia menyampaikan sebagai ketua cabang dosanya itu paling banyak karena jadi penanggung jawab. Namun kalau dapat ganjaran (pahala) yang paling banyak tentu juga dirinya sebagai ketua.

“Kalau saya tidak amanah, apa yang akan terjadi? Tentu saya akan jadi masalah. Jadi masuk di persyarikatan itu niatnya apa? Murni, ikhlas. Kalau kita lihat IPO, input proses output, nomenklatur awalnya apa, input value apa, masukan awal yang saya lakukan 1 adalah Ikhlas,” teang Miftahudin.

Taaruf

Salah satu langkah berdakwah yang disampaikan Miftahudin adalah ta’aruf, saling mengena cabang satu dengan cabang yang lain. Setelah ta’aruf lalu ta’awun, saling membantu. AUM yang besar membantu AUM yang kecil. Pihak pertama yang dibantu itu adalah kerabat dekat.

“Disini ada SD yang bagus, disana ada MI yang minus ayo dibantu misalnya diberi pelatihan. Kalau di Muntilan disebut klaster, kepala sekolah bertemu l, siapa yang bisa membantu, dengan PCM sebagai holding melalui Dikdasmen,” ujar Miftahudin.

RS Aisyiyah Muntilan cash flow sudah bagus. Sekarang membangun bangunan baru 4 lantai. Dia punya kewajiban membantu AUM yang lain. Kalau sudah ta’awun, mengerti posisi satu dengan yang lain berbeda. Madiun dengan Muntilan berbeda tapi satu hakekat.

PCM Muntilan bisa mendirikan RS Muhammadiyah Muntilan bukan karena prestasi seseorang tapi prestasi Muhammadiyah. Bukan franchise tapi holding bentuknya persyarikatan. Punya sekolah mulai dari PAUD sampai SMA pemiliknya Muhammadiyah.

“Kita dititipi sebagai kepala sekolah, direktur rumah sakit, rektor. Dititipi itu limited edition, edisi terbatas, tidak selamanya. Untuk bisa longgar seorang direktur atau pimpinan longgar, bahwa yang ia jadikan itu bukan miliknya itu tidak mudah Pak Njenengan nek urung dadi kepala sekolah, sekolah sing gede mboten percoyo,” kata Miftahudin.

Miftahudin kemudian menyampaikan agar jangan pernah mendustakan muhamadiyah. Kenapa? Kalimat muqodimah AD Muhammadiyah bagian bawah menyebutkan,’Semoga dengan Muhammadiyah bisa diantarkan ke depan pintu gerbang jannatun naim’.

“Takaful saling membantu tanpa diminta. Setelah itu tasamuf, toleransi. Milo kulo meniko saget matur ngeteniki di kader dari bawah. kulo mboten nyambut gawe teng Muhammadiyah ning berjuang kangge Muhammadiyah. Nopo melih kerja di Muhammadiyah kudu luwih Muhamadiyah dari kulo. Jenengan kudu luwih militan. Silakan dipirsani. Nek enten ranting, cabang ngajak menghadiri pengajian, nek jenengan dadi guru Muhammadiyah, pengajian ora rawuh dipertanyakan kemuhammadiyahannya. Lha sopo neh sing ngisi nek ra jenengan. Bahwa nanti ustadz mung Miftah ora sip, ora iso iki ora iso kui, tidak masalah,” jelas Miftahudin.

Miftahudin mengingatkan bahwasannya kesolehan pribadi harus punya dampak terhadap kesalehan sosial.Kalau tambah pintar harus semakin bermanfaat, semakin kaya semakin bermanfaat, makin jadi pemimpin yang lebih tinggi jenengan harus lebih bermanfaat.

Miftahudin juga menyampaikan ayat Al Quran yang artinya berjuanglah kamu dalam keadaan ringan maupun berat dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

“Berjuanglah di jalan Allah dalam sempit maupun longgar dengan hartamu, yang disebut hartamu dulu. Amal bondo disik, uran urun infaq infeq baru pribadi. Jangan kebaikan dibuat untuk diri sendiri. Jenengan ahli jamaah liyane kudu dijak. Perkoro ora gelem mboten urusan jenengan. (Disebutkan)Yang seperti itu lebih baik buat kalian,” kata Miftahudin.

“Yang diinginkan Allah adalah kita berjuang dengan segala kebaikan dan Yassiruu wa laa tu’assiruu, artinya gawe gampang aja digawe angel, gawe seneng ojo gawe mlayu. Di tengah-tengah saja, Allah selalu melihat jangan lupa selalu gembira,” tambah Miftahudin.(*)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top