MADIUN – Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) bakal melaksanakan Baitul Arqam Dasar (BAD) bagi mahasiswa baru UMMAD Tahun 2026.
Pelaksanaan BAD mahasiswa UMMAD 2026 bakal digelar di SMA Muhammadiyah 3 Dolopo, Kabupaten Madiun selama dua hari, Sabtu-Ahad,2-3 Mei 2026.
Direktur AIK UMMAD, Drs.Suyono,.M.Pd menerangkan pelaksanaan BAD UMMAD ini berdasarkan Pedoman Perkaderan Muhammadiyah serta SK PP Muhammadiyah No.15/Kep/1.0/B,/2017.
Dijelaskan Suyono, Baitul Arqam Dasar merupakan “madrasah ideologis” yang wajib buat mahasiswa UMMAD. BAD ini bukan sekadar training atau pelatihan, tapi proses transformasi.
Targetnya adalah mahasiswa baru UMMAD memahami secara kontekstual tentang Muhammadiyah bukan cuma nama.
Tujuan umumnya membentuk kader persyarikatan di lingkungan kampus yang memiliki komitmen keislaman, kemuhammadiyahan, dan keilmuan secara terpadu,” terang Sekretaris PDM Kota Madiun tersebut, Jum’at, 1 Mei 2026.
Secara khusus, tujuan khusus pelaksanaan BAD UMMAD disampaikan Suyono ada 7.
Pertama sebagai pemurnian akidah, meluruskan tauhid mahasiswa UMMAD, terbebas dari takhayul, bid’ah dan churafat (TBC).
Kedua soal Pemahaman Ideologi Muhammadiyah dalam hal ini terkait paham Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH), Himputan Putusan Tarjih (HPT), Khittah, Kepribadian Muhammadiyah.
“Agar tidak ada mahasiswa yang anti Muhammadiyah, tapi simpati pada Muhammadiyah,” kata Suyono.
Ketiga, Internalisasi Nilai Perjuangan tokoh muhammadiyah dengan menanamkan etos kerja berupa tajdid, amal nyata, Al-Ma’un, kemandirian.
“Lulusan UMMAD harus jadi problem solver, bukan sarjana yang menunggu kerja,” kata Suyono.
Keempat, pembentukan Karakter Kader agar menjadi kader yang jujur, amanah, disiplin serta militan. Mahasiswa UMMAD dikenal beda dengan mahasiswa luar pada umumnya.
Kelima, loyalitas keorganisasian, memahami struktur PP, PWM, PDM sampai Ranting.
Keenam, integrasi Iman-Ilmu-Amal. mahasiswa UMMAD bukan sekadar mendapat transfer ilmu. Mahasiswa UMMAD disamping kuliah juga cerdas berdakwah dengan model teologi Al-Maun.
Ketujuh, regenerasi Persyarikatan dengan mencetak calon pimpinan AUM & Ortom badan, lembaga. Dari Baitul Arqam inilah akan mencetak calon pemimpin masa depan yang cerdas, pencerah dan berkemajuan.
Wajib bagi mahasiswa UMMAD
Suyono menjelaskan alasan filosofis mengikuti BAD merupakan kewajiban bagi mahasiswa UMMAD karena universitas Muhammadiyah itu bukan universitas yang kebetulan milik Muhammadiyah namun universitas yang didirikan untuk jadi alat dakwah Muhammadiyah.
Suyono menyampaikan 3 alasan utama bagi mahasiswa UMMAD wajib ikut serta dalam BAD.
Pertama, untuk menjaga identitas untuk merespon banyak kampus Islam tapi lulusan yang dihasilkan liberal/sekuler. Baitul Arqam menjaga DNA UMMAD tetap “Islam Berkemajuan”.
Kedua, mengenai Quality Control mahasiswa agar satu frekuensi dengan pihak kampus. Tidak bisa kampus ke timur, mahasiswa ke barat.
Ketiga, mencetak kader bangsa dimana Lulusan UMMAD targetnya jadi pemimpin umat di Madiun & Indonesia. Bukan cuma cari kerja, tapi menciptakan kerja.
“Quote KH Ahmad Dahlan “Muhammadiyah sekarang lain dengan Muhammadiyah yang akan datang”. Maka Baitul Arqam merupakan cara menyiapkan “Muhammadiyah yang akan datang” versi UMMAD,” jelas Suyono.
Hasil dari BAD
Output yang diharapkan dari peserta BAD UMMAD adalah mahasiswa UMMAD harus bisa menjelaskan, mempraktikkan, membela, menghidupkan dan mengaktifkan.
Menjelaskan apa itu Islam Berkemajuan versi Muhammadiyah. Mempraktikkan ibadah sesuai HPT, bukan “katanya kiai” . Membela memakai data Muhammadiyah kalau ada yang fitnah Muhammadiyah.
Menghidupkan dengan etos kerja Al-Maun yaitu peka terhadap sosial dan membantu dhuafa. Aktif artinya menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah.
Materi Pokok BAD
Suyono menjelaskan materi pokok BAD ada 5 yaitu; MKCHM(matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah); Kaifiyah ibadah HPT Muhammadiyah; Muahammadiyah sebagai gerakan ilmu amaliah dan amal ilmiah (Leadership profetik ala Rasulullah); Profil kader Muhammadiyah dan nilai perjuangan Tokoh muhammadiyah, Fiqih Al-Ma’un, Filantropi Lazismu; 5. Etos kerja kader muhammadiyah.
Suyono menyimpulkan, tujuan Baitul Arqam Dasar mahasiswa UMMAD adalah muncul kader mahasiswa kampus yang militan biar jadi “Muhammadiyah berjalan”, dengan kepintaran ilmu, benar agamanya, kencang gerakannya dan loyal dengan organisasinya.
“Kalau cuma pinter tapi tidak paham Muhammadiyah, sayang. Kalau paham Muhammadiyah tapi tidak pinter, kasihan. UMMAD mau ingin mencetak yang dua-duanya,” jelas Suyono.(*)






