Senyum syukur tak lepas dari wajah Muhammad Arfani Abbas, siswa kelas 12 SMA Trensains Muhammadiyah Sragen. Di tengah kesibukannya menyelesaikan pendidikan akhir di bangku SMA, Arfani berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan diterima di enam perguruan tinggi bergengsi, baik dalam maupun luar negeri.
Capaian ini bukanlah hasil instan. Putra dari Dra. Yayah Khisbyah, M.A. ini menapaki proses panjang yang penuh perencanaan dan konsistensi. Sejak masuk SMA Trensains, ia mulai memetakan kampus dan jurusan yang ingin dituju. Ia aktif mencari informasi mengenai program studi yang memiliki reputasi global, khususnya di bidang sains, kesehatan, dan lingkungan.
Hasilnya, Arfani berhasil mengantongi enam Letter of Acceptance (LoA) dari kampus ternama, yaitu:
University of Toronto, Kanada (Life Science – Health Science Stream)
University of California, Davis, Amerika Serikat (Environmental Science and Management)
University of Colorado Boulder, Amerika Serikat (Environmental Engineering)
University of Michigan–Dearborn, Amerika Serikat (Environmental Science – BS)
Institut Teknologi Bandung, Indonesia (International Undergraduate Program – Chemical Engineering)
Purdue University, Amerika Serikat (Natural Resources and Environmental Science – College of Agriculture, West Lafayette, Indiana)
Tak berhenti di situ, siswa yang pernah menjadi ketua Student Art Collaboration di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen itu saat ini juga masih menunggu dua hasil seleksi dari kampus internasional lainnya, yakni University of New South Wales, Australia, dan Nanyang Technological University, Singapura. Pengumuman dari kedua kampus tersebut dijadwalkan pada bulan Juli mendatang karena diperuntukkan bagi intake awal tahun 2027.
Kabar membanggakan lainnya, Arfani juga dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Garuda, yang diumumkan pada 30 April 2026. Beasiswa ini menjadi salah satu dukungan penting bagi siswa berprestasi Indonesia untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Arfani dalam menjaga performa akademik sekaligus mempersiapkan diri untuk studi global. Ia tidak hanya fokus pada nilai rapor dan prestasi, tetapi juga melengkapi berbagai persyaratan penting seperti kemampuan bahasa Inggris, esai motivasi, serta dokumen administrasi lainnya.
Menurutnya, memilih kampus luar negeri bukan hanya soal gengsi, tetapi tentang kesempatan untuk memperluas wawasan dan perspektif.
“Belajar di luar negeri membuka cara pandang baru. Saya ingin mendapatkan pengalaman global dan nantinya bisa berkontribusi untuk Indonesia,” ujarnya.
Di balik keberhasilannya, terdapat dukungan besar dari sekolah dan keluarga. SMA Trensains Muhammadiyah Sragen sendiri dikenal aktif mendorong siswanya untuk melanjutkan studi baik dalam negeri maupun ke jenjang internasional melalui pembinaan akademik, penguatan bahasa, serta pendampingan proses pendaftaran.
Perjalanan santri asal Jakarta ini menjadi inspirasi bahwa peluang menembus kampus dunia terbuka luas, selama dibarengi dengan perencanaan matang dan usaha yang konsisten sejak dini.
Kini, dengan enam pilihan kampus yang telah menerima dirinya serta dukungan dari Beasiswa Garuda, Arfani tengah mempertimbangkan langkah terbaik untuk masa depannya. Apa pun pilihannya nanti, satu hal yang pasti: langkah awal menuju panggung global sudah berhasil ia raih.






