NGAWI – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Madiun Raya menggelar rapat kerja (rakerwil) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngawi, Ahad, 3 Mei 2026.
Rakerwil diikuti oleh PDA Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Pacitan.
Ketua Wilayah Kerja (Wilker) Madiun Raya, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan bahwa rakerwil ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengevaluasi dan memantau perkembangan program di masing-masing daerah.
“Sebelumnya rapat kerja wilayah telah dilaksanakan sebanyak empat kali sebagai sarana berbagi capaian dan tantangan,” kata Prof. Sugiarti.
Melalui forum ini, diharapkan muncul praktik-praktik baik (best practices) yang dapat menjadi contoh dan dikembangkan di wilayah lain.
Dalam arahannya, Sugiarti menyampaikan bahwa Aisyiyah sebagai organisasi perempuan berkemajuan harus terus berkembang dan memberikan manfaat baik secara internal maupun eksternal.
Ia menekankan beberapa hal penting dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) yaitu menjaga organisasi tetap solid secara internal serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, karena Aisyiyah adalah organisasi yang dikelola secara profesional.
Salah satu perhatian utama dalam rakerwil ini adalah pentingnya pendataan anggota secara akurat. Database yang kuat dinilai sangat penting, tidak hanya untuk kebutuhan organisasi, tetapi juga berkaitan dengan akses terhadap program bantuan atau hibah dari pemerintah.
Selain itu, penguatan dan pemetaan potensi sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus pembahasan guna meningkatkan kompetensi serta memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.
Prof Sugiarti juga menyampaikan tiga tahap pengembangan amal usaha Aisyiyah, yaitu pendataan, penataan, dan pengembangan.
Pada tahap pengembangan, program diharapkan memiliki relevansi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, berkelanjutan (sustainability), serta terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi internasional.
Melalui rakerwil ini, Aisyiyah Madiun Raya optimis dapat semakin memperkuat peran strategisnya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya maju secara internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.(*)






