MADIUN – Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, Kabupaten Madiun, Bambang Haryadi, S.Kom., S.T., M.Pd menjadi narasumber Baitul Arqam Dasar (BAD) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) 2026.
Ketua MPKSDI PDM Kabupaten Madiun tersebut menyampaikan pembahasan mengenai tema Etos Kerja Kader Muhammadiyah kepada peserta BAD Mahasiswa UMMAD 2026 yang digelar di SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, Sabtu, 2 Mei 2026.
Di hadapan mahasiswa peserta BAD, Bambang Haryadi menyampaikan empat (4) larangan yang dilakukan oleh kader Muhammadiyah.
Empat larangan tersebut adalah jangan pernah berkata tidak mungkin, jangan pernah berkata saya tidak bisa, jangan pernah berkata saya sudah tahu dan terakhir jangan pernah berkata nanti saja.
Jangan berkata tidak mungkin
Bambang Haryadi menyampaikan agar mahasiswa untuk jangan pernah berkata tidak mungkin. Mengenai hal ini, Bambang Haryadi menyampaikan agar mahasiswa memiliki keyakinan, disiplin, humanis sehingga hal yang dianggap tidak mungkin bisa menjadi mungkin bahkan tercapai.
Bambang Haryadi kemudian menyampaikan cerita, menjabat sebagai kepala sekolah pertama kali, jumlah siswa SMK Muhammadiyah 3 Dolopo 63.
“Saya merasakan ini berat tapi saya punya keyakinan kuat kita bisa mengembangkan sekolah ini dengan sebaik baiknya,” ujar praktisi pendidikan vokasi Jawa Timur ini.
Bambang Haryadi mengajak semua pihak yang ada di sekolah untuk bersikap disiplin dan humanis, baik siswa, karyawan, guru dan kepala sekolah. Sehingga dimana saja sikap humanis itu bisa diterima meski membawa identitas Muhammadiyah.
“Akhirnya kita coba semaksimal ini sangat mungkin dikembangkan bahkan disini, di desa beda dengan yang lain. Dan akhirnya mampu. Jumlah siswa SMK Muhammadiyah 3 Dolopo tu sekarang 575 orang. Alhamdulillah,” ujar Ketua MKKS Swasta di Kabupaten Madiun tersebut.
Jangan berkata tidak bisa
Bambang Haryadi juga wanti-wanti agar mahasiswa UMMAD berkata tidak bisa. Karena kalau berkata tidak bisa sama saja merendahkan diri sendiri.
“Kalau mahasiswa sebenarnya bisa, kalau mengatakan ‘o saya tidak bisa’, sama dengan merendahkan yang menciptakan kita, yaitu Allah SWT,” ujar Bambang Haryadi.
Disampaikan Bambang Haryadi, apapun yang terjadi kita harus mengatakan saya bisa, jangan sampai mengatakan saya orang yang tidak punya.
“Ibu saya seorang penjual nasi pecel. Saya kuliah berkat ijazah yang agak baik sehingga saya diberi beasiswa sampai lulus hampir dibiayai Muhammadiyah. S-1 dua kali, S-2 satu kali, diprmosikan S3 belum dulu, nanti dulu. Kita bisa kalau berkemauan kuat jangan sampai tidak bisa,” terang Bambang Haryadi.
Jangan pernah berkata saya sudah tahu
Bambang Haryadi menyampaikan larangan bagi kader Muhammadiyah adalah jangan pernah berkata saya sudah tahu.
Mengingat orang yang berkata saya sudah tahu, sulit diberitahu, sulit diomongi, sulit dinasehati.
“Karena sok tahu. Padahal ilmu itu luas, siapa tahu belum tahu, maka jangan sampai sok tahu. Apapun yang terjadi dengarkan sebaik-baiknya, jangan sampai bilang saya sudah tahu,”kata Bambang Haryadi.
Jangan sampai berkata nanti saja
Bambang Haryadi mengingatkan kepada mahasiswa UMMAD agar tidak menunda-nunda pekerjaan yang bisa dilakukan sekarang. Kalau bisa dilakukan sekarang kepaa harus besuk. Jangan dibalik besuk saja dilakukan.
“Ingat larangan untuk kader Muhammadiyah, jangan sampai mengatakan 4 perkataan tersebut. Itu saya terapkan secara pribadi. Hari ini tadi, mulai dari pagi jam 6 berangkat ke Tulungagung. Selesai dari sana, diberi tahu MKKS jam 3 rapat MKKS. Sampai tadi Maghrib ditelpon Pak Wareks jam 7 disni (mengisi BAD). Jadi waktu harus digunakan sebaik-baiknya, jangan ditunda. Jangan sampai,’o tidak bisa pak’ padahal saya bisa, wong saya masih sehat,” jelas Bambang Haryadi.






