MADIUN – Program Studi S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kembali menunjukkan eksistensinya dalam pengabdian masyarakat melalui rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Pada Sabtu (9/11), tim mahasiswa mulai melakukan penetrasi ke tengah masyarakat Kelurahan Kelun untuk menjalankan skenario pemetaan sosial yang presisi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Qoniah, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa validitas data adalah jantung dari intervensi sosial. “Tahap awal ini krusial. Instruksi kami adalah fokus pada pengambilan data dan penggalian permasalahan yang ada di Penerima Manfaat (PM) serta keluarga PM secara integral,” tegas Ibu Qoniah. Beliau menambahkan bahwa pemahaman mendalam terhadap ekosistem keluarga akan menentukan efektivitas program pemberdayaan di masa depan.
Dalam laporan lapangannya, Deril selaku koordinator PPL, menyampaikan bahwa timnya telah melakukan kunjungan rumah (home visit) ke tujuh titik sasaran. Meski demikian, tim tetap mengedepankan etika profesi dengan tidak terburu-buru menyimpulkan diagnosa sosial. “Nggih kurang lebih itu dulu Bapak yang bisa kami sampaikan, karena saat ini kami masih di tahap engagement, jadi belum terlalu banyak dapat info tentang klien,” ujar Deril secara rendah hati.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa IKS UMMAD dididik untuk memiliki intelektualitas yang tinggi namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanis. Dengan semangat Pemberdaya Al-Ma’un, kegiatan PPL ini diharapkan melahirkan skema intervensi yang tidak hanya sekadar bersifat karitatif, melainkan mampu memberikan dampak perubahan sistemik bagi kesejahteraan warga Kelun secara berkelanjutan. (M)





