The 1st Muhammadiyah Games 2026 cabor Pencak Silat yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 14–17 Mei 2026, menjadi tonggak awal Muhammadiyah dalam mengembangkan ajang olahraga berskala nasional hingga internasional. Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP Muhammadiyah, Gatot Sugiharto, menyebutkan bahwa penggunaan nomenklatur “Muhammadiyah Games” bukan tanpa alasan. Nama tersebut dipilih sebagai visi besar Muhammadiyah untuk menghadirkan event olahraga yang dapat berkembang setara dengan ajang internasional seperti SEA Games maupun Asian Games.
“Kenapa menggunakan nama Muhammadiyah Games? Karena Muhammadiyah itu bukan hanya ada di Indonesia. Muhammadiyah sudah memiliki cabang istimewa di berbagai negara. Harapannya, ke depan event ini bukan hanya nasional, tetapi juga internasional dan diikuti warga Muhammadiyah di luar negeri,” ujarnya saat ditemui menjelang upacara penutupan cabang olahraga pencak silat, Ahad (17/5/2026).
Ke depan, Muhammadiyah Games direncanakan tidak lagi berbasis sekolah maupun perguruan tinggi, tetapi menggunakan sistem perwakilan wilayah seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Dengan konsep tersebut, setiap provinsi atau PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) akan mengirimkan atlet terbaiknya.
“Kalau sekarang masih membawa nama sekolah atau perguruan tinggi, nanti harapannya berbasis wilayah. Tetapi penentuan juara umum saat ini tetap berdasarkan PWM,” jelasnya.
“Tapak Suci sampai kapan pun pasti dipertandingkan karena ini olahraga internal Muhammadiyah yang sudah mencetak banyak atlet pencak silat Indonesia di level internasional,” pungkasnya. (*)






