Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I
Dalam kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani, terdapat penjelasan mendalam mengenai mengapa doa seseorang terkadang tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Penjelasan ini merujuk pada sebuah riwayat terkenal tentang Ibrahim bin Adham saat ditanya oleh penduduk Bashrah mengenai hal serupa.
*​Berikut adalah 10 penyebab doa terhalang sebagaimana diuraikan dalam kitab tersebut:*
​Penyebab Doa Tidak Dikabulkan
1. ​Mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hak-Nya.
Mengakui Allah sebagai Tuhan namun tidak menjalankan perintah-Nya dengan benar.
2. ​Membaca Al-Qur’an, tapi tidak mengamalkan isinya Mengetahui hukum-hukum di dalamnya tetapi tidak menjadikannya pedoman hidup.
3. ​Mengaku cinta Rasulullah, tapi meninggalkan sunnahnya. Tidak mengikuti teladan dan tata cara ibadah serta akhlak Nabi Muhammad SAW.
4. Mengaku musuh setan, tapi justru mengikutin ya Mengatakan setan adalah musuh, namun dalam tindakan sehari-hari justru menuruti bisikan dan kemaksiatannya.
5. ​Ingin masuk surga, tapi tidak beramal untuknya Mengharapkan balasan mulia tanpa adanya usaha dan ibadah yang nyata.
6. ​Takut neraka, tapi tidak berhenti berbuat dosa. Merasa ngeri akan azab namun tetap konsisten melakukan perbuatan yang mendekatkan diri ke neraka.
7. Yakin akan kematian, tapi tidak bersiap menghadapinya. Mengetahui ajal pasti datang, namun tidak membekali diri dengan amal saleh.
8. ​Sibuk dengan aib orang lain, tapi lupa aib sendiri. Terlalu fokus mencari kesalahan sesama sehingga tidak sempat memperbaiki diri.
9. ​Menikmati rezeki Allah, tapi tidak bersyukur. Menggunakan nikmat pemberian-Nya namun hati dan lisan jauh dari rasa syukur kepada Sang Pemberi.
10. ​Mengubur orang mati, tapi tidak mengambil pelajaran. Melihat kematian orang lain hanya sebagai rutinitas tanpa menyadari bahwa dirinya pun akan mengalami hal yang sama.
​Janji Allah Mengabulkan Doa
​Meskipun ada penghalang-penghalang di atas, Allah SWT tetap menegaskan bahwa Dia adalah Zat yang Maha Mengabulkan. Hal ini termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an:
​1. Surah Ghafir Ayat 60
​Allah SWT berfirman:
​”Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…'”
​Ayat ini merupakan perintah sekaligus janji langsung dari Allah bahwa setiap seruan hamba-Nya akan didengar dan dijawab.
​2. Surah Al-Baqarah Ayat 186
​”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…”
​Ayat ini menekankan kedekatan Allah dengan hamba-Nya. Pengabulan doa seringkali terjadi dalam berbagai bentuk: dikabulkan langsung, ditunda di waktu yang lebih tepat, atau diganti dengan pahala dan perlindungan dari bahaya di akhirat.
​3. Surah Al-Anbiya Ayat 90
​Dalam konteks kisah para Nabi, Allah juga menunjukkan betapa cepatnya Dia menjawab doa hamba yang bersungguh-sungguh:
​”…Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.”
*​Kesimpulan:*
Agar doa lebih mudah diijabah, Syekh Nawawi al-Bantani melalui kitabnya mengajak kita untuk melakukan introspeksi diri. Bukan Allah yang enggan mengabulkan, melainkan kemaksiatan dan kelalaian kitalah yang seringkali menjadi dinding penghalang antara harapan dan kenyataan.





