BANTUL – Tim Pelaksana Young Sustainable Initiative Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Penelitian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT), perangkat desa, dan masyarakat Kelurahan Dlingo, Bantul, mengolah limbah baglog jamur Lingzhi menjadi pupuk kompos organik melalui program LIMBARA (Limbah Bernilai dan Ramah Lingkungan). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 4 Juli 2026 di halaman BUMDes Kelurahan Dlingo, Bantul.
Program LIMBARA dilaksanakan sebagai upaya mengatasi persoalan penumpukan limbah baglog jamur Lingzhi setelah masa panen. Limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal tersebut diolah kembali menjadi bahan campuran pupuk kompos organik yang dapat digunakan masyarakat sekaligus memiliki potensi nilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, limbah serbuk baglog dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kompos dan kemudian dicampurkan dengan larutan bakteri EM4 Pertanian. Penambahan bakteri tersebut ditujukan untuk mempercepat proses fermentasi sehingga pupuk kompos dapat siap digunakan dalam waktu sekitar 14–21 hari.
Tim pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah baglog merupakan bagian dari penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), khususnya pada aspek recycle, dengan mengolah kembali limbah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh produk berupa pupuk organik dan media tanam, tetapi juga mendapatkan alternatif pemanfaatan limbah yang selama ini berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan akibat penumpukan.
Salah seorang peserta dari KWT Mekar Arum, Padukuhan Pakis 2, turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Ia mengatakan, “Sangat seru!! Senang karena baru tahu ternyata limbah baglog bisa dibuat pupuk dan media tanam jadi dapat pengalaman serta menambah pengetahuan baru, sehingga dapat manfaat yang nantinya berguna buat macam-macam tanaman sayur.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan LIMBARA tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai produk yang dapat mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.
Sebagai bagian dari hasil kegiatan, pupuk kompos organik yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada kelompok masyarakat yang mengikuti proses pembuatan pupuk. Pembagian tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melanjutkan praktik pengolahan limbah secara mandiri.
Melalui program LIMBARA, pengelolaan limbah baglog jamur Lingzhi di Kelurahan Dlingo diharapkan dapat dilakukan secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain mengurangi penumpukan limbah, pemanfaatan kembali baglog juga berpotensi menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.






