Bantul – Tim Pelaksana Youth Sustainable Initiative (YSI) Unit Kegiatan Mahasiswa Komunitas Pemberdayaan Masyarakat (UKM KPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Sosialisasi Program dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sapa Dlingo” di Balai Kalurahan Dlingo, Kabupaten Bantul, Jumat (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB ini menyasar Pemerintah Kalurahan, kelompok masyarakat, dan warga umum Kalurahan Dlingo, sebagai langkah awal untuk memperkenalkan program pemberdayaan sekaligus menjaring aspirasi masyarakat terkait potensi, permasalahan, dan inovasi berkelanjutan di desa tersebut.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa dan sambutan dari Ketua Tim YSI UKM KPM UMY serta perwakilan Pemerintah Kalurahan Dlingo. Materi program disampaikan langsung oleh Badan Pengurus Harian dan Divisi Creative Program YSI UKM KPM UMY, yang memaparkan enam agenda besar program pemberdayaan yang akan dijalankan bersama masyarakat, yaitu Sapa Dlingo, Lentera, Limbara, Loka Digitala, Dlingo UMKM & Cultural Festival, serta Dlingo Awards.
“Kegiatan ‘Sapa Dlingo’ ini sengaja kami adakan sebagai langkah awal formal untuk memaparkan dan mendiskusikan rencana program yang akan kami jalankan selama masa pengabdian di Kalurahan Dlingo. Kami melihat potensi yang sangat besar di Kalurahan Dlingo. Melalui program ini, kami berharap dapat menyumbang ide dan tenaga guna mendukung perputaran ekonomi lokal.” ujar Ghina Najwa Auliya, Ketua Tim YSI UKM KPM UMY, dalam sambutannya.
Dalam sesi FGD, warga Kalurahan Dlingo aktif menyampaikan keluh kesah dan masukan terkait kondisi desa. Masukan tersebut menjadi catatan penting bagi Tim Pelaksana YSI UKM KPM UMY untuk merancang program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran pada tahap selanjutnya.
Menurut Sudaryanti, anggota Kelompok PKK, permasalahan sertifikasi produk UMKM mereka beberapa sudah bersertifikasi P-IRT. Akan tetapi, masih banyak produk dari anggota kelompoknya yang belum sampai pada sertifikasi P-IRT dan berhenti pada tahap sertifikasi halal.
Kegiatan berlangsung lancar, khidmat, dan interaktif. Sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif warga dalam diskusi, Tim Pelaksana YSI UKM KPM UMY turut menyediakan layanan konsultasi lanjutan bagi masyarakat yang ingin mendalami program pemberdayaan tersebut. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Pelaksana YSI UKM KPM UMY, Pemerintah Kalurahan, kelompok masyarakat, dan warga Kalurahan Dlingo.
Melalui program Sapa Dlingo ini, YSI UKM KPM UMY berharap dapat mendorong Kalurahan Dlingo menjadi desa yang berdaya secara sosial, ekonomi, dan digital, melalui kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.






