Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Muhammad Ainun Rosydz, berhasil mempertahankan tesisnya dalam ujian tesis yang digelar di kampus UMY. Tesis berjudul “Kualitas Informasi dan Keterlibatan Pasien di Instagram sebagai Determinan Kepercayaan dan Reputasi Rumah Sakit: Studi pada RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta” ini disusun di bawah bimbingan Dr. dr. Mahendro Prasetyo Kusumo, MMR., FISPH., FISCM., AIFO-K.
“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin intensifnya pemanfaatan Instagram oleh rumah sakit untuk edukasi kesehatan, komunikasi, dan pemasaran. Namun, tingginya aktivitas digital belum tentu otomatis membentuk kepercayaan dan reputasi yang kuat di mata masyarakat,” ujar Ainun Rosydz, pada Rabu (20/8). Ainun Rosydz meneliti bagaimana kualitas informasi dan keterlibatan pasien di akun Instagram @pkujogjamemengaruhi kepercayaan serta reputasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang. Responden berjumlah 110 orang yang terdiri atas pasien atau pendamping pasien yang pernah menerima layanan di rumah sakit tersebut dalam enam bulan terakhir dan mengikuti akun Instagram resmi rumah sakit. Sampel dipilih secara purposive sampling, sementara instrumen penelitian dikembangkan melalui uji pakar dengan pendekatan Delphi, uji validitas wajah, dan pilot test pada 30 responden.Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepercayaan (β = 0,710; p < 0,001) sekaligus reputasi (β = 0,451; p < 0,001). Sementara itu, keterlibatan pasien berhubungan positif dengan kepercayaan (β = 0,152; p = 0,004), namun efek langsungnya terhadap reputasi justru negatif dan signifikan (β = -0,169; p = 0,001).Kepercayaan pasien terbukti menjadi faktor kunci yang berpengaruh positif kuat terhadap reputasi rumah sakit (β = 0,562; p < 0,001). Efek tidak langsung kualitas informasi melalui kepercayaan mencapai β = 0,399 (p < 0,001), sedangkan efek tidak langsung keterlibatan melalui kepercayaan sebesar β = 0,085 (p = 0,022). Karena arah efek langsung dan tidak langsung keterlibatan saling berlawanan, total effect keterlibatan terhadap reputasi tidak signifikan secara statistik.
Model penelitian ini mampu menjelaskan 66,2 persen variasi kepercayaan dan 73,4 persen variasi reputasi. Temuan tersebut menegaskan bahwa kualitas informasi merupakan determinan utama pembentukan kepercayaan, sedangkan kepercayaan memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap reputasi rumah sakit.Menurut Ainun Rosydz, keterlibatan pasien di Instagram menunjukkan pola hubungan yang kompleks. Jumlah like, komentar, atau share saja tidak cukup; pengelolaan keterlibatan harus memperhatikan kualitas, konteks, dan sentimen interaksi agar tidak justru berdampak negatif terhadap persepsi reputasi.
Ujian tesis ini dihadiri oleh dewan penguji yang terdiri atas Dr. dr. Merita Arini, MMR, sebagai ketua tim penguji, Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si., sebagai akademisi. Tesis dinyatakan lulus dan diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi manajemen komunikasi digital di rumah sakit.






