Bayangkan seorang profesor yang namanya sudah masuk daftar 5% ilmuwan terbaik dunia, sibuk memimpin salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia, tapi masih sempat main sepak bola 3 sampai 4 kali seminggu. Itulah Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., sosok yang menggabungkan otak cemerlang di bidang ilmu pemerintahan dengan semangat olahraga yang tak pernah pudar. Lahir di Belinyu, Bangka, pada 30 November 1963, Prof. Nurmandi memulai perjalanan akademiknya dari bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), meraih gelar sarjana di Ilmu Pemerintahan tahun 1989. Kemudian mengejar master di Asian Institute of Technology, Thailand, dan menyelesaikan doktor di Universitas Indonesia. Dari situlah fondasi keahliannya terbentuk: politik perkotaan, e-governance, manajemen pelayanan publik, hingga strategi pemerintahan daerah yang modern.
Karirnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) panjang dan gemilang. Mulai dari Dekan FISIPOL, Direktur Pascasarjana, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Internasional, hingga akhirnya dilantik sebagai Rektor UMY untuk periode terkini (2025-2028). Di bawah kepemimpinannya, UMY terus mendorong internasionalisasi, kolaborasi global, dan penguatan nilai-nilai Muhammadiyah dalam pendidikan tinggi. Tak hanya itu, ia juga aktif di Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan menjadi ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).
Yang membuat Prof. Dr. Achmad Nurmandi benar-benar menonjol adalah kontribusinya sebagai ilmuwan. Ia adalah guru besar pertama di bidang Ilmu Pemerintahan di UMY, dikukuhkan pada 2017. Publikasinya luar biasa: ratusan artikel jurnal dan buku, dengan ribuan sitasi di Google Scholar. Baru-baru ini, namanya masuk Top 5% ilmuwan dunia versi ScholarGPS (2024-2025), bahkan jadi salah satu dari sedikit ilmuwan Indonesia yang masuk daftar bergengsi itu. Fokus penelitiannya mulai dari tata kelola pemerintahan digital, smart city, demokrasi, hingga respons kebijakan terhadap pandemi—semua relevan dengan tantangan Indonesia masa kini.
Di balik kesibukan pengembangan kampus, penelitian, dan sebagainya, ada sisi lain yang bikin dia relatable banget: hobi sepak bola! Prof. Dr. Achmad Nurmandi rajin bermain bola bersama tim dosen-karyawan UMY. Ia juga mendukung penuh pembinaan sepak bola di kampus, seperti meluncurkan lapangan berstandar FIFA, mendukung PS Hizbul Wathan UMY dan menggelar Rektor Cup untuk memperkuat sportivitas mahasiswa. Setiap Sabtu, ada Sabtu kridha di UMY, dimana semua dosen, tendik, dan mahasiswa difasilitasi dengan olahraga.
Prof. Dr. Achmad Nurmandi adalah bukti bahwa seseorang bisa jadi pemimpin akademik hebat, ilmuwan berprestasi internasional, sekaligus tetap “down to earth” dengan hobi sederhana dengan menendang bola. Di tengah jadwal padat, ia menunjukkan bahwa keseimbangan antara otak, hati, dan tubuh itu penting—dan sepak bola jadi caranya menjaga semangat, kesehatan serta silaturahmi.





