Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I
1. Nas Ayat dan Terjemahan
“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.”
*2. Konteks Historis (Asbabun Nuzul)*
Pada masa Jahiliyah, terdapat tradisi di kalangan orang Arab ketika mereka melewati lembah yang angker atau bermalam di tempat asing. Mereka akan berseru: “Aku berlindung kepada penguasa (jin) lembah ini dari gangguan kaumnya yang bodoh.”
Mereka merasa aman dengan melakukan itu, padahal secara tidak sadar mereka sedang menghambakan diri kepada makhluk yang seharusnya tidak disembah.
*3. Analisis Tafsir dan Poin Utama*
*A. Hakikat Perlindungan (Isti’adzah)*
Dalam Islam, meminta perlindungan (isti’adzah) adalah salah satu bentuk ibadah. Secara tauhid, perlindungan mutlak hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT. Ayat ini menegaskan bahwa mengalihkan perlindungan kepada jin adalah bentuk penyimpangan akidah.
*B. Tipu Daya Jin terhadap Manusia*
Kata “Rahaqa” (رهقًا) dalam ayat ini memiliki beberapa makna menurut para mufassir:
Kesesatan/Dosa: Jin merasa sombong karena merasa manusia tunduk kepada mereka, sehingga jin semakin berani menyesatkan manusia.
*Ketakutan:* Semakin manusia meminta perlindungan kepada jin, jin akan semakin menakut-nakuti mereka agar ketergantungan itu terus berlanjut.
*Beban/Kelelahan:* Hubungan antara manusia dan jin dalam hal ini tidak membawa ketenangan, melainkan beban batin dan kegelisahan.
*C. Kesombongan Jin*
Ketika jin melihat manusia meminta tolong kepada mereka, jin berkata: “Kita telah menguasai jin dan manusia.”
Hal ini meningkatkan keangkuhan (takabbur) di kalangan jin kafir/fasik.
*4. Pelajaran dan Implementasi Masa Kini*
*Pemurnian Tauhid:* Menghindari segala bentuk praktik klenik, penggunaan jimat, atau ritual yang melibatkan pemujaan/permintaan tolong kepada makhluk halus.
*Edukasi Melawan Khurafat:* Fenomena mencari “penglaris”, “penjaga diri”, atau “dukun” merupakan bentuk modern dari apa yang digambarkan ayat ini. Hasil akhirnya bukan ketenangan, melainkan “Rahaqa” (kesempitan hidup dan dosa).
Perlindungan yang Disyariatkan: Islam telah mengajarkan cara berlindung yang benar, yaitu melalui:
Membaca Ta’awudz (أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ).
Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Al-Mu’awwidzatain).
Dzikir pagi dan petang.
*5. Kesimpulan*
Hubungan antara manusia dan jin yang didasari pada permintaan perlindungan (selain kepada Allah) adalah hubungan yang merugikan kedua belah pihak. Manusia kehilangan iman dan ketenangan, sementara jin semakin tenggelam dalam kesombongan dan kekufuran. Keselamatan sejati hanya ada pada sandaran yang kuat, yakni Allah Rabbul ‘Alamin.
*Referensi Pendukung:*
Tafsir Al-Azhar (Buya Hamka)
Tafsir Al-Misbah (Quraish Shihab)
Tafsir Ibnu Katsir





