Dosen UMJT (UMMAD) Bedah Kontribusi Etnografi Feminis dalam Atasi Perkawinan Anak dan FGM

MADIUN – Dua akademisi Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), sekarang Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Wariyatun dan Qoniah, sukses mempublikasikan karya ilmiah bereputasi nasional dalam Journal of Feminism and Gender Studies (Vol. 6, No. 2, Halaman 189-201). Artikel ilmiah kolaboratif tersebut berjudul “Kontribusi Etnografi Feminis Dalam Pekerjaan Sosial Kritis (Refleksi Penelitian tentang Perkawinan Anak dan FGM)”.

Riset ini mengupas bagaimana metode etnografi, yang berakar dari antropologi, diadopsi secara progresif dalam studi pekerjaan sosial kritis untuk mengurai masalah sosial yang berakar pada konteks sosio-kultural. Melalui refleksi kritis atas pengalaman penelitian lapangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2019, serta di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur pada 2025, kedua penulis berhasil menterjemahkan makna kultural di balik fenomena perkawinan anak dan Female Genital Mutilation (FGM).

Bu Qoniah, M.Si. selaku salah satu penulis dan Kaprodi IKS UMMAD, menyatakan urgensi dari luaran riset ini. “Penelitian mengenai perkawinan anak dan FGM tidak cukup hanya dipotret dari permukaan secara kuantitatif. Dibutuhkan pendekatan etnografi feminis untuk mengeksplorasi ketimpangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan, sekaligus meminimalkan dilema penelitian di lapangan,” ujarnya.

Diharapkan, publikasi ilmiah yang dapat diakses secara terbuka di laman jurnal Universitas Jember ini dapat memicu para akademisi dan praktisi kesejahteraan sosial lainnya untuk lebih kritis dalam menangkap ketidakadilan gender dan mengurai interseksionalitas di masyarakat.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top