Kesos UMMAD Terjunkan Mahasiswa ke Kelurahan Kelun, Awali Praktikum Berbasis Pendampingan Sosial

Madiun, 24 April 2026 — Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) secara resmi melepas mahasiswa semester 6 untuk melaksanakan Praktikum Tahun 2026 pada Jumat pagi, sebelum pelaksanaan ibadah Jumat. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB ini menjadi momentum awal pembelajaran berbasis lapangan yang menekankan integrasi antara teori akademik dan praktik sosial di masyarakat.

Kelompok mahasiswa yang mengikuti Praktikum terdiri dari Derilesta, Fitria, Maria, Defi, Allegra, Agus S., dan Reti. Seluruh mahasiswa berada di bawah bimbingan dosen pendamping sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Qoniah. Praktikum ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Kelun, Kota Madiun, dengan durasi kurang lebih dua bulan, terhitung sejak 20 April hingga 13 Juni 2026. Kegiatan pelepasan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui praktikum, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon pekerja sosial dengan memahami secara langsung dinamika kehidupan masyarakat. Dalam sambutannya, Qoniah menegaskan bahwa Praktikum merupakan fase penting dalam membentuk kepekaan sosial dan kapasitas intervensi mahasiswa.

Praktikum bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi proses pembentukan karakter profesional. Mahasiswa harus mampu membaca realitas sosial secara komprehensif, membangun relasi yang baik dengan masyarakat, serta menghadirkan intervensi yang relevan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang empatik dan partisipatif dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Mahasiswa Kesos harus hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekadar pengamat. Pendekatan yang dilakukan harus berbasis kebutuhan riil, menghargai potensi lokal, dan berorientasi pada keberlanjutan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kelurahan Kelun, Dimas, selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos), secara resmi menerima kehadiran mahasiswa Praktikum Kesos UMMAD. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kelurahan Kelun sebagai lokasi praktik.

Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Kesos UMMAD. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kelurahan Kelun,” ungkap Dimas.

Ia juga berharap agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat serta menjalin komunikasi yang efektif dengan warga dan perangkat kelurahan.

Silakan belajar dan berproses di sini. Kami terbuka untuk kolaborasi, selama kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat dan tetap menghormati nilai-nilai yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Berdasarkan rancangan awal yang disusun, mahasiswa akan melaksanakan intervensi sosial melalui pendekatan pendampingan psikososial di lingkungan kelurahan. Sasaran utama yang direncanakan adalah kelompok lansia, serta penguatan beberapa program sosial yang telah berjalan di Kelurahan Kelun. Namun demikian, pada tahap awal pelaksanaan, mahasiswa masih berada pada fase observasi dan pemetaan sosial. Tahapan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan, potensi, serta permasalahan yang ada di masyarakat secara lebih mendalam.

Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa proses observasi dilakukan secara sistematis agar intervensi yang dirancang nantinya benar-benar tepat sasaran.

Untuk saat ini kami masih dalam tahap observasi, melakukan pendekatan dengan masyarakat dan perangkat kelurahan, serta mempelajari program yang sudah berjalan. Harapannya, intervensi yang kami lakukan bisa bersinergi dengan program yang ada,” jelasnya.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip dalam praktik pekerjaan sosial yang menekankan pentingnya asesmen sebelum intervensi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami permasalahan sosial, tetapi juga mampu mengidentifikasi sumber daya lokal serta peluang pengembangan berbasis komunitas.

Kelurahan Kelun dipilih sebagai lokasi praktikum karena memiliki karakteristik sosial yang dinamis serta potensi pengembangan program berbasis masyarakat. Kondisi ini memberikan ruang belajar yang kontekstual bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan analisis sosial dan praktik intervensi. Lebih lanjut, Qoniah menekankan bahwa keberhasilan praktikum tidak hanya diukur dari hasil akhir program, tetapi juga dari proses pembelajaran yang dialami mahasiswa.

Yang utama adalah prosesnya. Mahasiswa harus mampu merefleksikan pengalaman lapangan menjadi pembelajaran yang bermakna. Dari situlah kompetensi profesional terbentuk,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika profesi selama berada di lapangan.

Jaga sikap, komunikasi, dan integritas. Mahasiswa Kesos membawa nama baik prodi dan kampus, sekaligus sedang belajar menjadi pekerja sosial yang dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan Praktikum ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga mampu mengembangkan sensitivitas sosial, keterampilan intervensi, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMMAD dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing.

Sebagai proses pembelajaran berkelanjutan, hasil dari praktikum ini nantinya akan menjadi bahan refleksi akademik serta evaluasi dalam pengembangan kurikulum berbasis praktik. Dengan demikian, Praktikum tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kualitas pendidikan dan pengabdian di lingkungan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMMAD. (M)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top