KHUTBAH PERTAMA
Khutbatul Hajah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Amma ba’du.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Takwa bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam keimanan yang kokoh, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, dan kepedulian kepada sesama.
Allah Swt. berfirman:
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS. Ar-Rahman: 13)
Ayat ini diulang berkali-kali dalam Surah Ar-Rahman sebagai pengingat bahwa seluruh kehidupan manusia dipenuhi oleh nikmat Allah yang tidak mungkin dihitung satu per satu.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Di antara nikmat terbesar yang sering terlupakan adalah nikmat tubuh yang Allah ciptakan dengan sistem yang sangat sempurna.
Pertama, sistem pernapasan. Setiap hari manusia bernapas sekitar dua puluh ribu kali. Udara masuk melalui hidung, disaring, dihangatkan, diteruskan menuju paru-paru hingga mencapai jutaan alveolus tempat oksigen dipertukarkan dengan karbon dioksida. Seluruh proses yang sangat rumit itu berlangsung terus-menerus, bahkan ketika kita sedang tidur. Tidak ada seorang pun yang harus mengingatkan paru-parunya agar tetap bekerja.
Kedua, sistem peredaran darah. Jantung berdetak sekitar seratus ribu kali setiap hari, memompa darah melalui pembuluh darah sepanjang puluhan ribu kilometer yang menjangkau seluruh tubuh. Darah mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, serta membawa keluar zat-zat sisa metabolisme. Semua berlangsung secara teratur dan presisi tanpa pernah kita sadari.
Ketiga, mekanisme penglihatan pada mata. Cahaya memasuki kornea, melewati pupil yang ukurannya selalu menyesuaikan intensitas cahaya. Lensa memfokuskan bayangan ke retina, kemudian jutaan sel fotoreseptor mengubah cahaya menjadi impuls listrik. Impuls itu diteruskan melalui saraf optik menuju otak, sehingga kita dapat mengenali warna, bentuk, jarak, dan gerakan hanya dalam hitungan sepersekian detik.
Subhanallah.
Semua mekanisme yang luar biasa kompleks tersebut tidak berjalan karena perintah kesadaran manusia. Kita tidak pernah memerintahkan jantung untuk berdetak, paru-paru untuk bernapas, atau retina untuk menangkap cahaya. Seluruhnya berjalan sesuai sunnatullah yang Allah tetapkan.
Allah Swt. berfirman:
“Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
(QS. Adz-Dzariyat: 21)
Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak betapa sempurna ciptaan Allah. Penemuan-penemuan sains bukanlah untuk menandingi kekuasaan Allah, melainkan semakin memperlihatkan kebesaran-Nya.
Jamaah rahimakumullah,
Apabila semua nikmat itu kita rasakan setiap saat, maka sikap yang paling pantas adalah bersyukur.
Allah berfirman:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)
Syukur tidak cukup diucapkan dengan kalimat Alhamdulillah. Syukur harus diwujudkan dalam tiga bentuk.
Pertama, syukur dengan hati, yaitu mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah semata. Kedua, syukur dengan lisan, yaitu memperbanyak zikir, doa, dan pujian kepada Allah. Ketiga, syukur dengan amal perbuatan, yaitu menggunakan seluruh nikmat untuk ketaatan dan kemaslahatan.
Dalam pandangan Muhammadiyah, kesalehan tidak berhenti pada ibadah individual, tetapi harus melahirkan kesalehan sosial. Orang yang benar-benar bersyukur akan menjadi manusia yang membawa manfaat bagi keluarga, tetangga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, rasa syukur diwujudkan dengan menjaga persatuan, menaati aturan yang tidak bertentangan dengan syariat, menegakkan keadilan, menjunjung kejujuran, memelihara kerukunan, mencintai tanah air sebagai bagian dari amanah, serta berkontribusi membangun masyarakat yang berkemajuan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Karena itu, seorang mukmin tidak cukup hanya rajin shalat dan berzikir, tetapi juga harus menjadi pribadi yang memberi manfaat melalui ilmu, kejujuran, kepedulian sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta berbagai amal kebajikan lainnya.
Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang pandai bersyukur.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
ʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘʘ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di antara kenikmatan terbesar yang Allah anugerahkan kepada umat ini adalah nikmat iman.
Para sahabat adalah generasi yang memperoleh kemuliaan karena dapat melihat Rasulullah ﷺ secara langsung, mendengar nasihat beliau, serta hidup bersama beliau.
Namun Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira kepada umat yang hidup setelah beliau, yang tidak pernah berjumpa dengan beliau tetapi tetap beriman dengan sepenuh hati.
Beliau bersabda bahwa di antara saudara-saudaranya adalah orang-orang yang datang setelah beliau; mereka tidak pernah melihat beliau, tetapi mereka beriman kepada beliau. Mereka membenarkan risalah beliau, mencintai sunnah beliau, dan istiqamah menjalankan ajaran Islam.
Maka apabila hari ini kita termasuk orang-orang yang belum pernah melihat Rasulullah ﷺ, namun tetap mengimani Allah dan Rasul-Nya, mencintai Al-Qur’an dan Sunnah, serta berusaha mengikuti petunjuk beliau, itulah nikmat iman yang sangat besar yang wajib kita syukuri.
Marilah kita menjaga iman itu dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat ukhuwah, mendidik generasi yang berakhlak mulia, dan terus memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Doa
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِيْنَ لِنِعَمِكَ، الْمُتَّبِعِيْنَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ، وَالْمُخْلِصِيْنَ فِي عِبَادَتِكَ.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيْسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَوَفِّقْ قَادَتَنَا لِلْعَدْلِ وَالْحِكْمَةِ، وَاجْمَعْ قُلُوبَنَا عَلَى الْحَقِّ وَالْخَيْرِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.





