Tiga Pilar Penting Memperbaiki Bekal Sebelum Ajal Menjemput”

Oleh. Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Sidang Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Takwa dalam arti yang sebenar-benarnya: menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Waktu terus berjalan, hari berganti hari, dan tanpa kita sadari, setiap detik yang kita lalui sebenarnya sedang mengikis jatah usia kita di dunia. Kematian bukanlah fiksi atau cerita pengantar tidur. Ia adalah sebuah kepastian yang sedang berjalan menuju kita, atau kita yang sedang berjalan menujunya.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤئِقَةُ الْمَوْتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah dikuburkan pahalamu…” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Kematian tidak memandang usia, tidak menunggu kita siap, tidak melihat apakah kita sedang sehat atau sakit, kaya atau miskin. Ketika waktunya tiba, tidak ada satu makhluk pun yang bisa menunda atau mempercepatnya walau sedetik.

Tiga Bekal Terbaik Menghadapi Kematian

Jemaah Jumat yang berbahagia,

Jika dunia ini adalah tempat persinggahan sementara, maka akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Adalah sebuah kerugian besar jika seseorang melakukan perjalanan jauh tanpa membawa bekal. Lalu, apa bekal terbaik yang harus kita perbaiki mulai hari ini?

Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikan jawaban yang tegas:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (QS. Al-Baqarah: 197)

Merujuk pada tuntunan syariat, ada tiga pilar utama dalam memperbaiki bekal ketakwaan kita sebelum maut menjemput:

  1. Memperbaiki dan Memurnikan Tauhid (Akidah)

Bekal paling dasar dan paling agung adalah menghadap Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Bersihkan hati dari riya, syirik tersembunyi, dan bergantung kepada selain Allah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal) adalah ‘Laa ilaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud)

  • Menjaga Kebersihan Hati dan Tobat yang Nasuha

Jangan biarkan dosa menumpuk tanpa adanya istigfar. Setiap hari kita berlumur khilaf, maka setiap hari pula tobat harus diperbarui. Jangan menunda tobat, karena kita tidak pernah tahu apakah besok napas kita masih berembus.

  • Memaksimalkan Amalan yang Pahalanya Mengalir (Investasi Akhirat)

Ketika kita masuk ke liang kubur, harta, pangkat, dan keluarga akan pulang meninggalkan kita. Yang menemani hanyalah amal saleh. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan kita dalam sebuah hadis sahih:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.” (HR. Muslim)

Sidang Jemaah yang dimuliakan Allah,

Orang yang cerdas bukanlah orang yang mampu mengumpulkan harta paling banyak di dunia, melainkan orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan mempersiapkan apa yang terjadi setelah kematian.

Marilah kita merenung, sudah siapkah kita jika malam ini malaikat maut datang menjemput? Mari kita perbaiki salat kita, perbaiki hubungan kita dengan sesama manusia, perbanyak sedekah, dan basahi lidah kita dengan zikir.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى

. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا ، وَأَبْصَارِنَا ، وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلا مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لا يَرْحَمُنَا.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ ,رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top