Wakatobi – Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, secara resmi menyambut kedatangan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tapak Pengabdi Khatulistiwa (Tabik) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (1/8) di Kantor Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Acara penyambutan berlangsung di Serambi Kantor Bupati Wakatobi dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi yang hadir sebagai perwakilan Bupati Wakatobi, Asisten I, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) beserta jajarannya, serta Kepala Desa. Tim KKN Tabik UMY yang terdiri dari mahasiswa berbagai program studi disambut dengan hangat sebagai mitra pengabdian masyarakat di wilayah pesisir, khususnya Desa Mola Nelayan Bakti yang dihuni masyarakat Suku Bajo.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi memperkenalkan Kabupaten Wakatobi kepada para mahasiswa. Dijelaskan bahwa nama Wakatobi merupakan singkatan dari empat pulau utama yang membentuk kabupaten ini, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Keempat pulau tersebut menjadi gugusan kepulauan utama yang memiliki potensi besar di bidang kelautan, pariwisata, serta kekayaan budaya masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Wakatobi juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi UMY yang telah menjalankan program KKN Tabik selama beberapa tahun terakhir dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Tim KKN Tabik UMY, Muhammad Fathur Hamzah, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan. Fathur menjelaskan bahwa program tahun ini akan berfokus pada penguatan literasi dan numerasi anak-anak, pelestarian lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, serta pemberdayaan komunitas nelayan dan pelestarian budaya maritim.
“Program KKN Tabik UMY di Wakatobi telah menjadi salah satu program pengabdian yang berkelanjutan. Pada tahun-tahun sebelumnya, tim mahasiswa berhasil menjalankan berbagai inisiatif, seperti kelas outdoor untuk anak-anak, inovasi rocket stove untuk mengatasi sampah plastik, festival budaya Bajo, serta pembentukan komunitas sadar wisata dan program pencegahan stunting,” ujarnya.
Penyambutan ini menandai dimulainya periode pengabdian mahasiswa UMY di Wakatobi. Pemerintah daerah berharap kolaborasi yang terjalin dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat pesisir serta mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada kearifan lokal. (FJ)







