Pentingnya Instagram Rumah Sakit Dikelola, Mahasiswa MARS UMY Paparkan Temuan Penelitian

Yogyakarta – Seminar Hasil Tesis Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) digelar untuk memaparkan temuan penelitian terkait peran media sosial dalam membangun kepercayaan dan reputasi rumah sakit, pada Kamis (6/8). Seminar hasil ini menampilkan hasil studi mahasiswa atas nama Muhammad Ainun Rosydz yang berjudul “Kualitas Informasi dan Keterlibatan Pasien di Instagram sebagai Determinan Kepercayaan dan Reputasi Rumah Sakit: Studi pada RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta”. Penelitian tersebut menyoroti bagaimana akun Instagram resmi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta (@pkujogja) memengaruhi persepsi pasien. Latar belakangnya adalah meningkatnya penggunaan media sosial untuk edukasi kesehatan dan pemasaran, di mana aktivitas digital yang tinggi belum tentu otomatis membentuk kepercayaan dan reputasi yang kuat di kalangan masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan potong lintang. Sebanyak 110 pasien atau pendamping pasien yang pernah menerima layanan dalam enam bulan terakhir dan mengikuti akun 

@pkujogjadilibatkan sebagai responden melalui teknik purposive sampling. Instrumen dikembangkan melalui uji pakar Delphi, validitas wajah, dan pilot test, kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 4.Hasil utama menunjukkan bahwa kualitas informasi di Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pasien. Menurut Rosydz, meskipun keterlibatan pasien dapat meningkatkan kepercayaan, pengaruh langsungnya terhadap reputasi justru negatif, sehingga pengelolaan interaksi di media sosial harus lebih menekankan kualitas dan konteks, bukan sekadar kuantitas.Kepercayaan pasien terbukti menjadi mediator penting. “Kepercayaan memiliki direct effect terbesar terhadap reputasi, sedangkan kualitas informasi memiliki total effect terbesar setelah jalur mediasi diperhitungkan,” tegasnya.

Model penelitian berhasil menjelaskan 66,2 persen variasi kepercayaan dan 73,4 persen variasi reputasi.Kesimpulan penelitian menekankan bahwa kualitas informasi merupakan faktor utama. “Kualitas informasi merupakan faktor utama pembentukan kepercayaan, sedangkan kepercayaan memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap reputasi,” kata Rosydz.

Dalam saran praktisnya, Rosydz menyatakan bahwa manajemen rumah sakit disarankan menempatkan kualitas informasi sebagai prioritas utama dalam strategi komunikasi digital. Setiap konten kesehatan perlu melalui proses verifikasi oleh tenaga kesehatan atau unit terkait sebelum dipublikasikan. “Pengelola Instagram disarankan tidak hanya menggunakan jumlah like, komentar, atau share sebagai indikator keberhasilan. Evaluasi perlu memasukkan kualitas interaksi, sentimen komentar, jenis pertanyaan, jumlah keluhan, kecepatan respons, tingkat penyelesaian masalah, serta perubahan persepsi kepercayaan pasien,” ujarnya.

Temuan ini memberikan masukan praktis bagi manajemen RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengoptimalkan strategi konten digital. Fokus pada konten berkualitas tinggi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik dan pada akhirnya meningkatkan reputasi serta kunjungan pasien.Seminar dengan pembimbing Dr. dr. Mahendro Prasetyo Kusumo, MMR., FISPH., FISCM., AIFO-K., FRSPH, serta dihadiri dosen dan rekan mahasiswa, diharapkan dapat mendorong praktik manajemen komunikasi digital yang lebih evidence-based di rumah sakit berbasis Islam di Indonesia.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top