*MUQADDIMAH*
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
Amma ba’du.
Jamaah rahimakumullah,
Islam adalah agama yang dibangun di atas kasih sayang, kepedulian, dan saling mengingatkan dalam kebenaran. Salah satu prinsip besar dalam Islam adalah nasihat.
Nasihat bukan sekadar memberi saran, tetapi merupakan bentuk cinta dan kepedulian agar seseorang tetap berada di jalan Allah.
Pada zaman sekarang, banyak manusia terlena dengan kenikmatan dunia. Ketika diingatkan, mereka enggan menerima nasihat. Padahal nasihat merupakan sebab keselamatan, sedangkan menolak nasihat bisa menjadi pintu kebinasaan dan bahkan menjadi awal terjadinya istidraj.
*I. MAKNA HADIS “AD-DINU NASHIHAH”*
Dari Abu Ruqayyah Tamim Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ”
Para sahabat bertanya:
“لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟”
Beliau menjawab:
“لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ”
“Agama adalah nasihat.”
Para sahabat bertanya:
“Untuk siapa wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin.”
(HR. Muslim no. 55)
Penjelasan Hadis
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:
“Hadis ini merupakan hadis yang sangat agung dan menjadi poros agama Islam.”
Nasihat dalam Islam berarti menghendaki kebaikan bagi pihak yang dinasihati dengan ikhlas karena Allah.
*II. NASIHAT KEPADA ALLAH*
Maknanya:
Mentauhidkan Allah.
Mengikhlaskan ibadah.
Menjauhi syirik.
Tunduk kepada perintah-Nya.
Allah berfirman:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Seseorang yang menasihati dirinya untuk Allah akan selalu memperbaiki niat dan amalnya.
*III. NASIHAT KEPADA KITABULLAH*
Bentuknya:
Membaca Al-Qur’an.
Menghafal.
Mentadabburi.
Mengamalkan isi kandungannya.
Mendakwahkannya.
Allah berfirman:
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”
(QS. Shad: 29)
*IV. NASIHAT KEPADA RASULULLAH ﷺ”
Bentuknya:
Mencintai beliau.
Mengikuti sunnahnya.
Membela kehormatannya.
Menyebarkan ajarannya.
Allah berfirman:
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
*V. NASIHAT KEPADA PEMIMPIN DAN KAUM MUSLIMIN*
Nasihat kepada Pemimpin
Mendoakan kebaikan.
Membantu dalam kebenaran.
Mengingatkan dengan cara yang bijaksana.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah meridhai bagi kalian tiga perkara; beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya, berpegang teguh kepada tali Allah, dan menasihati para pemimpin yang Allah berikan urusan kalian kepada mereka.”
(HR. Muslim)
Nasihat kepada Sesama Muslim
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Nasihat merupakan bukti cinta kepada sesama muslim.
*VI. HUBUNGAN NASIHAT DENGAN QS. ADZ-DZARIYAT AYAT 55*
Allah Ta’ala berfirman:
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Adz-Dzariyat: 55)
Tafsir Ayat
Menurut Ibnu Katsir, Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk terus mengingatkan manusia walaupun ada yang menolak, karena orang beriman akan mengambil manfaat dari peringatan tersebut.
Pelajaran dari ayat ini:
Dakwah harus terus dilakukan.
Nasihat tidak boleh berhenti.
Orang beriman senang menerima nasihat.
Nasihat merupakan sebab bertambahnya iman.
Rasulullah ﷺ sendiri adalah pemberi nasihat terbesar bagi umatnya.
*VII. TANDA ORANG BERIMAN ADALAH MENERIMA NASIHAT*
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu mereka melihat kesalahan mereka.”
(QS. Al-A’raf: 201)
Orang beriman:
Senang diingatkan.
Tidak marah ketika dinasihati.
Introspeksi diri.
Bersyukur kepada pemberi nasihat.
Sebaliknya, orang yang sombong biasanya menolak nasihat.
Allah berfirman:
“Dan apabila dikatakan kepadanya, ‘Bertakwalah kepada Allah,’ bangkitlah kesombongannya yang menyebabkan ia berbuat dosa.”
(QS. Al-Baqarah: 206)
*VIII. KETIKA NASIHAT DITOLAK, MUNCULLAH ISTIDRAJ*
Pengertian Istidraj
Istidraj adalah keadaan ketika Allah terus memberikan kenikmatan kepada seseorang yang terus bermaksiat sehingga ia semakin jauh dari Allah tanpa menyadarinya.
Allah berfirman:
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba.”
(QS. Al-An’am: 44)
Hadis Tentang Istidraj
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila engkau melihat Allah memberikan dunia kepada seorang hamba yang terus bermaksiat sesuai apa yang ia sukai, maka sesungguhnya itu adalah istidraj.”
(HR. Ahmad, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Kemudian Rasulullah membaca QS. Al-An’am ayat 44.
*IX. CIRI-CIRI ISTIDRAJ*
*1. Banyak Nikmat Tetapi Jauh Dari Allah*
Hartanya bertambah. Jabatannya naik. Usahanya maju.
Namun:
Shalat ditinggalkan.
Maksiat terus dilakukan.
Nasihat ditolak.
*2. Hati Semakin Keras*
Allah berfirman:
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu bahkan lebih keras lagi.”
(QS. Al-Baqarah: 74)
*3. Tidak Mau Menerima Nasihat*
Saat dinasihati justru marah dan merasa paling benar.
*4. Merasa Aman* Dari Azab Allah
Allah berfirman:
“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf: 99)
*X. NASIHAT ADALAH PENYELAMAT DARI ISTIDRAJ*
Nasihat memiliki fungsi:
Mengingatkan Saat Lalai
“Dan berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.”
(QS. Adz-Dzariyat: 55)
Membuka Mata Hati
Nasihat membantu seseorang melihat kesalahannya sebelum datang hukuman Allah.
Mengembalikan kepada Jalan Allah
Nasihat yang diterima dengan ikhlas menjadi sebab taubat dan keselamatan.
*XI. ADAB MENERIMA NASIHAT*
*1. Husnuzan kepada pemberi nasihat*
Anggap ia menginginkan kebaikan.
*2. Mendengar dengan lapang dada*
Tidak memotong pembicaraan.
*3. Mengoreksi diri*
Bukan mencari kesalahan orang yang menasihati.
*4. Bersyukur*
Karena nasihat adalah hadiah berharga.
Sebagian salaf berkata:
“Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kepadaku aib-aibku.”
*PENUTUP*
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hadis “Ad-Dinu Nashihah” menunjukkan bahwa seluruh agama ini dibangun di atas nasihat dan saling mengingatkan dalam kebenaran.
QS. Adz-Dzariyat ayat 55 menegaskan kewajiban untuk terus memberi peringatan karena nasihat adalah kebutuhan orang beriman.
Jangan sampai kita termasuk orang yang menolak nasihat. Sebab penolakan terhadap nasihat dapat menjadi awal kerasnya hati dan menyeret seseorang kepada istidraj, yaitu diberi kenikmatan dunia sementara ia semakin jauh dari Allah.
Marilah kita menjadi hamba yang:
Gemar memberi nasihat.
Senang menerima nasihat.
Selalu bermuhasabah.
Takut terhadap istidraj.
Memohon keteguhan iman hingga akhir hayat.
Doa
اللهم إنا نسألك علماً نافعاً، ورزقاً طيباً، وعملاً متقبلاً، وقلباً خاشعاً، ولساناً ذاكراً، وتوبة نصوحاً قبل الموت، ورحمة عند الموت، ومغفرة بعد الموت.
اللهم اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه.
آمين يا رب العالمين.





