Di tengah suasana spiritual dalam Kajian Ramadhan 1447 H / 2026 M yang diselenggarakan oleh PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember pada 21 – 22 Februari 2026, sebuah pemandangan yang menginspirasi muncul dari delegasi PDM Kota Madiun. Dengan mengenakan pakaian batik khas Muhammadiyah yang serasi, pimpinan dan anggota PDM Kota Madiun menampilkan wajah yang kompak dan bersemangat. Kehadiran mereka tidak hanya untuk memenuhi undangan, tetapi juga sebagai wujud semangat thulabul ilmi (menuntut ilmu) dan komitmen untuk memahami nilai-nilai strategi yang disampaikan oleh para tokoh bangsa, termasuk penjelasan tentang Ekoteologi oleh Prof.
Kekompakan ini menyampaikan pesan yang kuat bahwa gerakan Muhammadiyah di Kota Pendekar selalu siap bergerak dalam satu komando dan satu barisan untuk menjadikan dakwah yang memberikan pencerahan dan kemajuan. Materi yang mereka pelajari bersama—seperti dasar-dasar Al-Qur’an mengenai perawatan hingga lembaga pendidikan berbasis agama—diharapkan dapat menjadi bekal bagi PDM Kota Madiun untuk dibawa pulang dan diterapkan di tingkat lokal. Semangat Kerja Sama Kekompakan ini juga menunjukkan betapa kuatnya hubungan emosional di antara para pimpinan.
Di antara kajian yang mendalam mengenai ayat-ayat kaumiyah seperti QS. Al-Rum: 41 dan QS. Al-A’raf: 56, mereka tetap menjaga kebersamaan yang harmonis, membuktikan bahwa organisasi besar dibangun di atas fondasi ukhuwah yang solid. Kehadiran PDM Kota Madiun di Jember tahun ini menunjukkan bahwa jarak fisik tidak menjadi penghalang untuk terus bersinergi dengan kebijakan wilayah demi kemajuan persyarikatan.





