MADIUN – Pelaksanaan kajian rutin kitab Riyadhus Shalihin dan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) PP Muhammadiyah di Masjid Al Wasathiyah UMMAD(Universitas Muhammadiyah Madiun) memasuki pelaksanaan hari kedua, Rabu, 25 Februari 2026.
Hadir sebagai pemateri di hari kedua ini adalah Direktur AIK UMMAD, Suyono, M.Pd yang mengantarkan kajian kitab Riyadhus Shalihin Imam Nawawi.
Kajian rutin kitab Riyadhus Shalihin dan HPT PP Muhammadiyah dilakukan lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMMAD untuk -salah satunya- memakmurkan Masjid Al Wasathiyah UMMAD.
“Dalam rangka mengisi kegiatan bulan suci Ramadhan, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai manhaj Muhammadiyah bagi civitas Akademika UMMAD,” terang, Muhammad Syarifuddin, panitia kajian rutin Ramadhan Masjid Al Wasathiyah.
Ikhlas
Dalam pemaparannya, Suyono, M.Pd menjelaskan pentingnya memahami dan mengamalkan hadits-hadits yang terkandung dalam kitab Riyadhus Shalihin sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kitab Riyadhus Shalihin maknanya (Taman orang shaleh). Saya menyampaikan kajian kitap riyadhus shalikhin bab 1 mengenai ikhlas dan menghadirkan niat dalam segala perbuatan, ucapan dan tindakan yg nampak maupun yang tersembunyi,” terang Suyono.
Seperti yang disampaikan dalam Q.S Al Bayinah Ayat 5:Alquran surat albayinah ayat 5وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ A
rtinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan padaNya dalam menjalankan agama dengan hanif (lurus) dan supaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.
“Dalam ayat ini terdapat petunjuk tentang kewajiban dalam semua aktifitas kegiatan ibadah seperti sholat, puasa dan amal shaleh yang lain diniatkan karena keimanan dan ikhtisaban ( krn iman mengharap ridho Allah SWT tanpa keraguan, tidak ber orientasi yang lain karena Allah akan mengetahui niat kita walaupun tersembunyi,” terang Suyono.
Hal tersebut sudah diterangkan dalam Al Qur’an:قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tauhid
Disampaikan Suyono, Kitab Riyadhus Shalihin bab pertama juga menerangkan mengenai tauhid atau mentauhitkan Allah SWT dengan tidak terkontaminasi perbuatan syirik.
Maka Allah akan menjamin seseorang yg memiliki keimanan yang lurus bersih tanpa membuat tandingan Allah dengan yang.lain, Alloh akan menjamin hidupnya akan merasa aman damai tentram.
Seperti sudah diterangkan dalam QS.Al An’am:82:﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ﴾[ الأنعام: 82]Artinya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.(*)





