Oleh: Adventalia Dela Prasetya*
Gelombang baru ajang lari di Indonesia bukan lagi hanya tentang kecepatan dan medali. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mengadakan acara DowerRun 5K Kota Madiun 2026, sebuah inovasi yang memadukan olahraga dan budaya. Ini bukan sekedar lari, tapi sebuah pengalaman merasakan identitas.
Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara olahraga dan budaya yang dirancang kreatif sekaligus berkontribusi dengan mahasiswa akademik. Yang membedakan dari event lari lainnya adalah adanya integrasi nilai-nilai pencak silat (ketahanan, sprotivitas, dan semangat juang) ke dalam setiap elemen kegiatan yang dilakukan. Peserta tidak hanya mengincar garis finis, tetapi juga diajak menghayati arti dari spirit “pendekar” sepanjang rute.
DowerRun sepenuhnya digagas, dirancang, dikelola, dan dikomunikasikan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAD. Mereka adalah aktor utama yang menempatkan pembelajaran di ruang kuliah menjadi praktik nyata di lapangan. Muhammad Syaifudin, ketua panitia yang akrab disapa Syaif, memimpin tim dengan visi menghadirkan acara yang berdampak bagi masyarakat. Kaprodi Ilmu Komunikasi UMMAD, Ibu Latutik Mukhlisin, MIKom, juga mendampingi sebagai dosen pembimbing.
serupa yang diungkapkan oleh Syaif, “ DowerRun ini bukan sekedar event lari, namun bagian dari upaya kami sebagai pelajar untuk berkontribusi dalam mengangkat identitas Kota Madiun. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa dikemas secara kreatif dan relevan dengan tren saat ini”.
Rute lari 5 kilometer yang akan dilintasi adalah beberapa jalan di Kota Madiun yang menjadi jantung Kota Madiun. DowerRun menargetkan peserta dari kalangan umum dan pelajar. Selain mendorong gaya hidup sehat, DowerRun diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Kaprodi Ilmu Komunikasi UMMAD, Ibu Latutik Mukhlisin, MIKom menjelaskan, “Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mentransmisikan komunikasi sebagai alat pembangunan citra daerah. Kolaborasi budaya dan olahraga seperti ini menjadi strategi efektif dalam memperkuat branding Kota Madiun sebagai Kota Pendekar”.
Melalui acara DowerRun ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAD mengirimkan pesan penting: Kampus sangat berperan aktif dalam pembangunan citra daerah. Kampus bukan hanya untuk pusat pendidikan saja, melainkan juga menjadi motor yang menggerakkan inovasi yang mampu menghubungkan antara budaya, masyarakat, dan identitas kota dalam satu pengalaman yang sangat bermakna. (*)
* Penulis adalah mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMMAD (Universitas Muhammadiyah Madiun) sekarang berganti UMJT (Universitas Muhammadiyah Jawa Timur)





