Komunikasi Olahraga Era Media Digital, Kala Olahraga Berada dalam Genggaman

Judul: Komunikasi Olahraga Era Media Digital

Penulis: Fajar Junaedi

Ukuran: 15,5 x 23 cm

Halaman: 186 Halaman

ISBN: 978-623-6529-89-8

Harga: 95.000

Penerbit: Intrans Publishing

Olahraga yang dulu hanya terasa di lapangan rumput atau stadion kini hadir di genggaman tangan kita setiap saat. Itulah dunia yang dibawa buku Komunikasi Olahraga Era Media Digital karya Fajar Junaedi, diterbitkan Intrans Publishing pada Maret 2026. Dengan isi yang padat namun mudah dinikmati, buku ini bukan sekadar kajian akademis, melainkan sebuah perjalanan mengikuti bagaimana olahraga telah berubah total menjadi industri raksasa yang digerakkan media, teknologi, dan kapital.

Fajar Junaedi dengan cermat menjembatani perspektif global dan realitas Indonesia, menjadikan buku ini seperti teman diskusi yang hangat sekaligus pencerah bagi siapa saja yang ingin memahami olahraga di zaman sekarang.Dari halaman pertama, suara penulis sudah terasa dekat dan penuh semangat. Dalam pengantarnya, Fajar Junaedi bercerita bagaimana olahraga kini melampaui sekadar gerak tubuh untuk kesehatan. Ia menjadi panggung ekspos diri di media sosial, tempat atlet, klub, dan suporter saling terhubung dalam ekosistem digital. Ia mengajak kita menyaksikan transformasi sepak bola Indonesia dari era perserikatan amatir yang sederhana menjadi liga profesional yang dikelola layaknya perusahaan modern.

Pembaca langsung merasa diajak ikut merasakan denyut nadi perubahan yang sedang terjadi di depan mata.Pengantar penerbit pun mengalir seperti undangan hangat untuk menyelami buku ini. Disebut sebagai “oase” di tengah banjir informasi, buku ini menawarkan pemahaman utuh, kritis, dan sangat kontekstual tentang Indonesia. Komunikasi tidak lagi hanya alat, melainkan kekuatan yang membentuk, membingkai, bahkan menggerakkan seluruh dunia olahraga modern. Pembaca diajak melihat olahraga bukan sebagai aktivitas terpisah, melainkan ruang pertemuan antara media, industri, politik, dan budaya populer yang saling mengisi.Perjalanan membaca buku ini terasa seperti menyusuri sebuah sungai yang mengalir tenang namun penuh kedalaman.

Dimulai dari Bab 1 yang membangun fondasi, Fajar Junaedi mendefinisikan olahraga dengan sederhana namun kuat: fisik, kompetitif, dan teratur. Ia lalu menghubungkannya dengan teknologi yang membuat pertandingan Eropa bisa ditonton langsung oleh penonton di Indonesia. Dari situ, alur buku mengajak kita menyelam lebih dalam ke ekonomi politik olahraga di Bab 2, di mana konsep komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi diuraikan dengan contoh nyata yang membuat pembaca mengangguk-angguk.

Tanpa terasa, kita sudah masuk ke ranah pemasaran di Bab 3 dan Bab 6 yang saling melengkapi. Cerita tentang sponsorship, branding atlet, klub, hingga brand equity mengalir begitu natural, diselingi risiko yang sering terlupakan. Fajar Junaedi tak hanya menunjukkan peluang emas, tapi juga jebakan yang siap mengintai. Pembaca seperti sedang mendengar nasihat bijak dari seorang mentor yang sudah lama berkecimpung di dunia ini.

Bab 4 menjadi salah satu bagian paling memikat. Di sini olahraga berbicara tentang identitas—dari budaya populer, nasionalisme, hingga adaptasi di lingkungan global. Narasi penulis mengalir lembut, membawa kita melihat bagaimana suporter Indonesia, simbol nasionalisme, dan komersialisasi saling bertautan dalam satu cerita besar. Pembaca merasakan getar emosional yang jarang ditemui dalam buku akademis.

Ketika memasuki Bab 5, 7, dan 8, buku ini semakin hidup. Dari media konvensional hingga era media sosial, produksi dan konsumsi konten olahraga, sampai strategi komunikasi krisis—semua diuraikan dengan contoh yang dekat dan aktual. Seolah-olah Fajar Junaedi sedang berjalan di samping kita, menunjukkan satu per satu bagaimana satu cuitan atau video viral bisa mengubah nasib klub atau atlet dalam sekejap.

Sepanjang buku, bahasa Fajar Junaedi tetap akademis namun hangat dan mudah diikuti. Ia tak pernah meninggalkan pembaca di lautan teori, selalu memberi contoh dari Indonesia yang membuat kita merasa sedang membaca tentang rumah sendiri. Alur bab demi bab terasa natural, seperti sebuah narasi panjang yang tak ingin kita hentikan.Buku ini akhirnya menutup dengan kekuatan yang utuh. Ia bukan hanya merekam perubahan, tapi juga memberikan harapan dan panduan praktis bagi atlet, pelatih, mahasiswa, dosen, praktisi media, hingga pengelola tim olahraga. Fajar Junaedi berhasil menyajikan sebuah karya visioner yang memperkaya khazanah ilmu komunikasi di Indonesia.Komunikasi Olahraga Era Media Digital adalah buku yang harus dibaca. Ia mengalir seperti cerita yang memikat, sekaligus memberi pencerahan yang mendalam. Bagi siapa pun yang peduli dengan olahraga di era digital—atau bahkan ingin terlibat di dalamnya—buku ini adalah teman setia yang siap menemani. Sangat direkomendasikan untuk dibaca, didiskusikan, dan dijadikan rujukan sehari-hari.

Buku ini bisa didapatkan di klik Instrans Store.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top