Festival Konten Minggir Jadi Ruang Baru Literasi Digital dan Dakwah Kultural Muhammadiyah

Festival Konten Minggir (FKM) digelar di Wisma Ngloji PCM Minggir, Sleman, Sabtu (20/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00–23.00 WIB ini menjadi festival konten pertama hasil kolaborasi Pengabdian DRP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PCM Minggir.

Antusiasme warga terlihat dari area pemutaran yang dipadati penonton. Mereka menyaksikan karya audiovisual yang diproyeksikan di ruang terbuka, sekaligus mengikuti rangkaian apresiasi dan kompetisi konten yang melibatkan sekolah-sekolah Muhammadiyah di kawasan Minggir.

Festival ini dirancang sebagai ruang pembelajaran, produksi, dan eksibisi konten digital berbasis komunitas. Melalui kegiatan tersebut, warga dan sekolah Muhammadiyah didorong untuk memperkuat kemampuan dokumentasi, publikasi, serta promosi kegiatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) secara lebih terarah dan berkelanjutan.

FKM juga membuka ruang apresiasi lintas usia. Segmen yang dilibatkan mencakup TK, SD, SMP, SMA, hingga TPA. Dengan format pemutaran publik dan kompetisi, karya-karya warga tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi internal, tetapi dapat hadir sebagai media komunikasi yang ditonton, didiskusikan, dan diapresiasi bersama.

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PCM Minggir, Dwi Sumartono, S.P., berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Menurutnya, daya tarik kegiatan sudah terlihat dari keikutsertaan sembilan peserta lomba dari sekolah-sekolah di kawasan Minggir.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Festival Konten Minggir sekaligus dosen Ilmu Komunikasi UMY, Dhimas Aryo Vipha Ananda, S.Sn., M.Sn., menyebut FKM sebagai ruang yang segar, menghibur, sekaligus informatif bagi masyarakat Minggir dan sekitarnya.

Dhimas menambahkan, pertemuan antara penonton dan konten menjadi bentuk dakwah yang berdampak langsung. Hal itu semakin kuat karena kegiatan juga menghadirkan sesi tanya jawab dengan pembuat film dan menempatkan karya warga dalam ekosistem kompetisi yang sehat.

Dalam kompetisi konten, SMP Muhammadiyah 1 Minggir meraih juara pertama. Juara kedua diraih SD Muhammadiyah Tengahan, sedangkan juara ketiga diraih TK ABA Ngijon. Hasil ini memperlihatkan bahwa praktik produksi konten dapat tumbuh di berbagai jenjang pendidikan, tidak hanya pada kelompok usia remaja atau dewasa.

Selain menjadi ajang kompetisi, Festival Konten Minggir diposisikan sebagai strategi pengabdian masyarakat berbasis media. Kegiatan ini mengintegrasikan literasi digital, partisipasi pemuda, dakwah kultural, dan pemberdayaan komunitas melalui teknologi yang dekat dengan warga, seperti kamera ponsel, aplikasi pengolah foto-video, narasi visual, serta publikasi media sosial.Dengan hadirnya ruang distribusi dan apresiasi karya, FKM diharapkan mampu memperkuat visibilitas kelembagaan AUM sekaligus menumbuhkan ekosistem media komunitas di Minggir. Festival ini menjadi penanda bahwa produksi konten lokal dapat berkembang sebagai sarana edukasi, promosi, dakwah, dan penguatan identitas warga Muhammadiyah di era digital.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top