Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I
*Pendahuluan*
KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, memiliki visi besar untuk memajukan umat Islam di Indonesia melalui gerakan tajdid (pembaruan) yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Berdasarkan image.png, berikut adalah poin-poin utama cita-cita beliau beserta landasan dalil dan penjelasannya:
*1. Mewujudkan Islam* Berkemajuan
Cita-cita ini menekankan bahwa Islam adalah agama yang dinamis, solutif, dan senantiasa relevan di setiap zaman.
Dalil: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).
Penjelasan: Islam berkemajuan adalah sikap proaktif umat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Umat Islam tidak boleh pasif, melainkan harus menjadi pelopor peradaban dengan cara meningkatkan kualitas diri, pemikiran, dan amalan.
*2. Pendidikan dan Kemandirian Umat*
KH Ahmad Dahlan meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengangkat derajat umat dan membangun kemandirian ekonomi serta sosial.
Dalil: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).
Penjelasan: Pendidikan yang beliau gagas bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter yang mandiri. Kemandirian umat dicapai ketika umat memiliki keahlian dan ilmu pengetahuan sehingga tidak bergantung pada pihak lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
*3. Melepaskan Umat dari Belenggu* Kebodohan dan Keterbelakangan
Beliau melihat bahwa kejumudan (stagnasi) berpikir menjadi penghambat utama kemajuan Islam.
Dalil: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9).
Penjelasan: Ini adalah semangat literasi dan pemikiran kritis. KH Ahmad Dahlan mendorong umat untuk berani belajar, membuka diri terhadap wawasan baru, dan meninggalkan tradisi yang tidak berdasar yang justru membawa umat pada kemunduran.
*4. Memurnikan Ajaran Islam* Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah
Landasan utama pergerakan beliau adalah kembali kepada sumber otentik Islam (Tajdid).
Dalil: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad)…” (QS. An-Nisa: 59).
Penjelasan: Memurnikan ajaran berarti membersihkan praktik agama dari TBC (Tahayul, Bid’ah, dan Churafat) yang tidak memiliki landasan syariat. Fokusnya adalah kembali kepada kemurnian tauhid dan tuntunan Rasulullah SAW.
*5. Pengembangan Ilmu* Pengetahuan Modern
KH Ahmad Dahlan adalah sosok yang sangat terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan identitas Islam.
Dalil: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1).
Penjelasan: Perintah membaca (iqra’) adalah perintah untuk menuntut ilmu seluas-luasnya, termasuk sains dan teknologi. Beliau mengajarkan bahwa sains dan agama tidak bertentangan, melainkan harus diintegrasikan untuk kemaslahatan manusia.
*Kesimpulan*
Cita-cita KH Ahmad Dahlan sebagaimana dalam image.png bukan sekadar sejarah, melainkan “kompas” bagi umat Islam saat ini. Mengaktualisasikannya berarti menjadi Muslim yang cerdas, mandiri, berpegang teguh pada Al-Qur’an, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa





