Tingkatkan Mutu dan Efisiensi Pendidik, Dosen UMPO Latih Guru dan Tendik SMA Bakti Ponorogo Manfaatkan Ekosistem AI

PONOROGO — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menggelar program pelatihan dan pendampingan bertajuk “Navigasi Transformasi Digital: Edukasi & Pemanfaatan Terintegrasi Aplikasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran dan Administrasi bagi Guru & Tenaga Kependidikan” di SMA Bakti Ponorogo. Program ini diinisiasi oleh tim dosen UMPO yang terdiri dari Ayub Dwi Anggoro, Ph.D., Dr. Eli Purwati, S.Sos., M.I.Kom., dan Arif Hartono, SE., M.SA., guna menjawab tantangan tingginya beban administratif pendidik sekaligus mendorong terciptanya inovasi pembelajaran berbasis teknologi cerdas di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Bakti Ponorogo, Dr. Ikhwanul Abrori, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terjalinnya kemitraan strategis dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Beliau menegaskan bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini menjadi langkah krusial agar satuan pendidikan tetap adaptif, efisien, dan berdaya saing di era digital. Menurutnya, inovasi ini diharapkan mampu mendorong SMA Bakti Ponorogo menjadi pelopor sekolah cerdas digital di wilayah Ponorogo tanpa mengesampingkan penanaman nilai moral dan karakter peserta didik.

Sementara itu, perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Arif Hartono, SE., M.SA., dalam sambutannya menggarisbawahi komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui pendampingan langsung ke mitra satuan pendidikan. Beliau memaparkan bahwa sinergi antara dunia kampus dan sekolah menengah menjadi fondasi penting untuk mempercepat proses transformasi digital yang berkelanjutan dan tepat guna di tingkat lokal.

Sesi penyampaian materi inti dibawakan langsung oleh Ayub Dwi Anggoro, Ph.D., yang mengulas potret beban administrasi guru di Indonesia yang rata-rata menghabiskan 10 hingga 15 jam per minggu di luar jam mengajar tatap muka. Ayub menegaskan filosofi utama bahwa kehadiran AI tidak untuk menggantikan sentuhan nurani dan empati guru, melainkan memposisikan guru sebagai nahkoda utama melalui prinsip Human-in-the-Loop. Melalui pemanfaatan alat bantu AI yang terarah, beban penyusunan perangkat ajar dan administrasi rutin dapat dipangkas secara signifikan sehingga energi guru dapat tercurah lebih banyak untuk pendampingan siswa secara mendalam.

Selama kegiatan berlangsung, para pendidik dan tenaga kependidikan mendapatkan pelatihan praktis penggunaan ekosistem aplikasi cerdas, mulai dari penerapan formula prompt C.R.E.A.T.E. pada ChatGPT Edu untuk merancang modul ajar dan draf surat dinas, pemanfaatan Canva AI untuk memproduksi bahan tayang dan infografis visual, hingga Quizizz AI dalam menyusun instrumen evaluasi soal HOTS secara otomatis. Selain keterampilan teknis, Ayub juga menekankan pentingnya tata kelola dan etika penggunaan AI, termasuk kewajiban validasi data untuk mengantisipasi halusinasi informasi, perlindungan kerahasiaan data pribadi siswa, serta pergeseran orientasi penilaian agar siswa tetap terasah daya nalar kritisnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini kemudian diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan evaluasi bersama seluruh peserta.

Bagikan

Baca juga

Trending

Scroll to Top