Perkuat Kolaborasi, SMP MBS Prof Hamka Bentuk Kepengurusan Komite Baru

Madiun – Penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi arah baru Komite SMP MBS Prof Hamka Kota Madiun. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam pembentukan struktur Komite SMP sekaligus serah terima kepengurusan dari komite lama kepada komite baru yang berlangsung Jumat (30/10/2026).

Mudir MBS Prof Hamka, Rokhani Hidayat, menjelaskan bahwa keberadaan komite sekolah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan lembaga pendidikan. Menurutnya, hubungan antara sekolah dan komite perlu dibangun melalui komunikasi serta kolaborasi yang baik.

“Komite sekolah merupakan mitra bagi sekolah. Karena itu, melalui kepengurusan yang baru ini menjadi langkah untuk menjalin kolaborasi yang semakin baik,” tuturnya.

Rokhani menyebut jika sekolah dan komite bisa saling bersinergi, berbagi gagasan, serta memberikan kontribusi untuk mendukung kemajuan MBS Prof Hamka. “Kepengurusan baru, tidak hanya menjadi struktur organisasi, tetapi menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi dan menyatukan langkah demi perkembangan pendidikan di mbs”imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP MBS Prof Hamka, Imron Wafdurrahman, menjelaskan bahwa pembentukan komite sekolah memiliki landasan yang jelas. Salah satunya adalah konsep Tri Pusat Pendidikan yang meliputi sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada sekolah. Ada keluarga dan masyarakat yang juga memiliki peran penting. Ketiganya harus berjalan beriringan agar proses pendidikan anak dapat berlangsung secara optimal,” jelasnya.

Imron menambahkan, keberadaan komite sekolah juga mengacu pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Dalam regulasi tersebut, komite memiliki empat tugas utama, yakni memberikan pertimbangan, melakukan pengawasan terhadap pelayanan pendidikan, menyampaikan kritik, saran, dan masukan, serta melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan sesuai ketentuan.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan bahwa komposisi keanggotaan komite disusun dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. ” Sebanyak 50 persen berasal dari wali santri, 30 persen tokoh masyarakat, dan 20 persen praktisi. Komposisi ini diharapkan mampu menghadirkan beragam perspektif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan,”bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Suyatno, wali santri dari ananda Muammar Mufid Sholihul Haq, terpilih sebagai Ketua Komite SMP MBS Prof Hamka periode 2026–2028. Ia menyampaikan kesiapannya untuk ikut berkontribusi dalam mendukung perkembangan MBS Prof Hamka.

“Kami berharap kepengurusan yang baru bisa menjalankan amanah dengan baik, membangun komunikasi yang terbuka dengan pihak sekolah, serta bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan kemajuan pendidikan,”pungkasnya.
Penulis:Sri Mulyani

Bagikan

Baca juga

Trending

Scroll to Top