MADIUN – Dosen Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Galih Wiratmoko, M.Kom menjadi narasumber Spesial Program Jaga Malam di RRI Pro 2 Madiun, Selasa, 27 Oktober 2026.
Tema yang dibahas dalam Spesial Program yang juga disiarkan di channel youtube RRI Madiun itu adalah Pemberantasan Judi Online:Dibalik Layar Judi Online, Algoritma, Bandar dan Pemblokiran.
Pada sesi awal pembahasan tema program siaran, Galih Wiratmoko menjelaskan judi online (judol) sudah merambah semua lini mulai dari usia maupun pekerjaan.
Kalau bicara judol tidak hanya soal front end (pemain) tapi lebih dalam lagi soal sistem teknologi yang mendukung itu semua terkait penyediaandan cara kerja aplikasi judol.
“Jadi kalau kita lihat dari aplikasinya sendiri atau wadahnya, sistem yang dikembangkan dalam aplikasi itu bisa berbasis web dan mobile. Nah, judol itu 99 persen berbasis web tidak berbasis mobile seperti aplikasi lainnya,” ungkap Galih Wiratmoko.
Diterangkan Galih Wiratmoko, aplikasi judol ada dua bagian yaitu bagian pemain (front end) dan bandar (back end). HP yang ada di tangan pemain itu hanya menampilkan animasi, sementara menang dan kalah permainan sudah ditentukan di server milik bandar di dalam negeri dan luar negeri.
Cara kerja bandar
Galih Wiratmono menyampaikan judol itu sebenarnya bukan judi tapi penipuan sistematis. Hal ini terkait dengan cara kerja bandarnya. Jika dibedah lebih dalam, aplikasi judol dibangun dengan sistem algoritma. Dan algoritma untuk membuat bandar selalu menang dan pemain selalu kalah itu sangat mudah untuk dilakukan.
Diterangkan Galih Wiratmoko, dari sisi server, ada beberapa algoritma yang digunakan untuk membangun aplikasi judol.
Pertama, di bidang IT dikenal istilah RNG (Random Number Generate) yang berfungsi menghasilkan beberapa angka ketika pemain melakukan spin, memencet aplikasi. Ketika spin ini di klik, sistem akan meng-generate (menghasilkan) nomer.
Kedua, Return to Player (RTP). Jadi saat proses generate angka, sudah ada pengatuaran presentase pengembalian. Artinya sudah diatur misalnya daiu agregat 100 persen misalnya 80 persen itu kemenangan 20 kekalahan.
“Kalau bahasa bayinya, bandar punya dua wadah. Wadah satu disediakan untuk pemain, wadah satunya untuk bandar. Jika ada 100 pemain yang setor 10 ribu ada (uang) 100 ribu, Disitu sudah mengatur di wadah B untuk bandar, Jadi dari RNG ini sudah diketahui siapa yang diuntungkan siapa yang dikalahkan. Sisi pemain yang akan kalah dan bandar tetap di posisi memenangkan, meski ada pemain yang mengklaim dirinya menang,” terang Galih Wiratmoko.
Ketiga ada algoritma terkait volatilitas (ukuran hasil) yang dijalankan bandar dalam sistem aplikasi judol mereka. Ada volatilitas rendah dan volatilitas tinggi yang digunakan bandar guna mempengaruhi psikologi pemain misalnya menjadikan pemain ketagihan.
Volatilitas rendah itu pemain merasa sering menang dengan hasil sedikit. Sedang volatilitas tinggi itu pemain jarang menang tapi sekali menang jadi menang besar.
“Tapi garis merahnya ya itu tadi, presentase kemenangan sudah diatur sebelumnya oleh bandar, bahkan sebelum bermain. Dan ketika ada tim pemain, server si bandar sudah ditentukan berapa prosentase kemenangan bandar dan siapa yang akan dikalahkan,” terang Galih Wiratmoko.
Dari hal ini, menurut Galih Wiratmoko, masyarakat yang gemar judi online itu diharapkan sadar diri bahwa algoritma yang dijalankan di sistem aplikasi judol memang dirancang untuk memberikan hasil kemenanganbagi bandar, bukan pemain
Pemblokiran
Galih Wiratmoko juga menyampaikan penjelasan terkait langkah pemblokiran situs judi online, misalnya yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Namun langkah pemblokiran terhadap satu situs judi online tersebut justru memunculkan situs judol lainnya sehingga memunculkan pemahaman mati satu tumbuh seribu situs judi online.
Diterangkan Galih, 99 persen aplikasi judol dibangun dengan basis website. Artinya ketika dilakukan blokir 1 aplikasi judol itu sebetulsnya hanya menutup etalase, menutup front end tapi server tetap aman.
“Jadi ada istilah sistem IP pada DNS domain.Misalnya ada aplikasi judol1.com, ketika DNS satu diblokir itu mudah saja bagi bandar memindah domain itu ke domain lain misalnya judol2.com dengan server yang sama dan bisa disiapkan dalam 5 menit bahkan bisa diantisipasi saat domain di blokir sudah disiapkan 10 pintu untuk mengakses kembali. Aplikasi sama nama domain diganti ini jadi kendala situs judol di berantas dari sisi pemblokiran,” terang Galih. (*)





