Jatim Park 2 Goes to School Hadir di MBS Prof Hamka, Santri Diajak Kenali Satwa

Biasanya satwa hanya hadir dalam gambar atau layar. Namun, Rabu (7/10/2026), sejumlah satwa justru hadir di lingkungan MBS Prof Hamka Kota Madiun. Burung beo, nuri, iguana, ular, hingga musang bulan diperkenalkan secara langsung kepada santri putra dan putri melalui program Jatim Park 2 Goes to School(GTS).

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi satwa dengan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan objek yang dipelajari. Santri putra dan putri mendapat penjelasan mengenai karakteristik satwa sekaligus kesempatan berinteraksi dengan beberapa satwa dalam pendampingan tim Jatim Park 2.

Marketing Jatim Park 2 Muhammad Mubarrak mengatakan, program GTS dirancang untuk memadukan edukasi satwa dengan pengenalan wisata edukasi Jatim Park 2.

“Jadi kami konsepnya tidak hanya wisata, tetapi juga mendapatkan ilmu. Edukasi aksi salah satunya bisa pegang dan sentuh satwa,” ujarnya.

Menurut Mubarrak, program tersebut juga menjadi salah satu cara mengenalkan koleksi satwa Jatim Park 2 kepada pelajar yang belum berkesempatan berkunjung langsung.

“Tujuannya GTS ini promosi sekaligus edukasi satwa. Supaya yang belum pernah ke Jatim Park juga tahu bahwa kami punya banyak koleksi satwa,” jelasnya.

Ia menambahkan, program GTS dilaksanakan secara rutin dengan menyambangi berbagai lembaga pendidikan di sejumlah daerah. Pada 2026, Madiun menjadi salah satu kota sasaran dengan sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA.

“Rencananya di Madiun sampai 22 Oktober mendatang,” tambahnya.

Pengalaman Belajar yang Berbeda

Kepala SMP MBS Prof Hamka Imron Wafdurrahman menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran satwa secara langsung memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh hanya melalui buku maupun gambar.

“Anak-anak bisa belajar tidak hanya melalui buku atau gambar, tetapi juga melihat dan berinteraksi secara langsung dengan satwa. Ini menjadi pengalaman belajar yang menarik bagi mereka,” terangnya.

Ia menilai pengalaman melihat objek secara nyata dapat membantu santri menghubungkan pengetahuan yang mereka peroleh dengan apa yang ditemui di lapangan.

“Ketika anak melihat langsung, mereka tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga pengalaman. Itu yang membuat kegiatan seperti ini menarik untuk pembelajaran,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif. Santri menyimak penjelasan tim Jatim Park 2, mengajukan pertanyaan, serta berkesempatan berinteraksi dengan satwa yang diperkenalkan. Suasana semakin semarak ketika mereka diajak mengikuti permainan edukatif bersama tim Jatim Park 2.

Penmaru UMMAD
Bagikan

Baca juga

Trending

Scroll to Top