Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.
Di antara zikir yang paling agung dalam Islam adalah tasbih, yaitu mengucapkan:
سُبْحَانَ اللهِ Subḥānallāh (Mahasuci Allah)
Kalimat ini bukan hanya dibaca manusia yang beriman, tetapi juga menjadi zikir seluruh makhluk di langit dan di bumi. Bahkan Allah menegaskan bahwa seluruh alam bertasbih kepada-Nya, meskipun manusia tidak memahami cara tasbih mereka.
Dalil Utama: QS. Al-Isra’ Ayat 44
Allah Ta’ala berfirman:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’: 44)
Tafsir Ibnu Katsir tentang QS. Al-Isra’ Ayat 44
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat ini menunjukkan:
*1. Seluruh Makhluk Bertasbih kepada Allah*
Semua makhluk tanpa pengecualian: Malaikat, Manusia, Jin, Hewan, Tumbuhan, Gunung, Lautan, Bintang, Matahari, Bulan Bahkan benda-benda yang dianggap tidak bernyawa Semuanya memuji dan mengagungkan Allah dengan cara yang diketahui oleh Allah.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa lafaz:
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ
“Tidak ada sesuatu pun”
menunjukkan keumuman yang mencakup seluruh makhluk.
*2. Tasbih Mereka Adalah Tasbih yang Hakiki*
Sebagian ulama berpendapat bahwa tasbih makhluk hanya menunjukkan keadaan mereka sebagai bukti kebesaran Allah.
Namun Ibnu Katsir lebih menguatkan bahwa makhluk benar-benar bertasbih secara hakiki, sesuai dengan bahasa dan cara yang Allah kehendaki.
Karena Allah berfirman:
وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ
“Tetapi kamu tidak memahami tasbih mereka.”
Kalau tasbih itu hanya sekadar keadaan atau tanda kebesaran Allah, tentu manusia dapat memahaminya.
Ayat ini menunjukkan adanya tasbih yang nyata, namun manusia tidak mengetahui bentuk dan caranya.
*3. Keterbatasan Ilmu Manusia*
Manusia sering merasa mengetahui banyak hal.
Padahal Allah mengingatkan bahwa ada jutaan bahkan miliaran makhluk yang sedang berzikir kepada-Nya dengan cara yang tidak mampu dipahami manusia.
Ini mengajarkan: Tawadhu’, Tidak sombong dengan ilmu, Mengakui keterbatasan akal manusia
Dalil Pendukung tentang Tasbih Makhluk
*1. Gunung dan Burung Bertasbih*
Allah berfirman:
“Wahai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud.” (QS. Saba’: 10)
Nabi Dawud ‘alaihis salam memiliki suara yang sangat indah sehingga gunung dan burung ikut bertasbih bersama beliau.
*2. Burung Mengetahui Tasbihnya*
Allah berfirman:
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa kepada Allah bertasbih siapa yang di langit dan di bumi serta burung-burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui doa dan tasbihnya.” (QS. An-Nur: 41)
Setiap makhluk memiliki bentuk ibadah dan tasbih yang Allah ajarkan kepadanya.
*3. Batu Pernah Mengucapkan Salam kepada Nabi ﷺ*
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Makkah yang dahulu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus menjadi Nabi.”
(HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa benda yang dianggap mati pun memiliki kemampuan yang Allah berikan untuk memuji-Nya.
Kalimat Tasbih yang Paling Dicintai Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat:
Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar.” (HR. Muslim)
Di antara kalimat tersebut, tasbih memiliki kedudukan yang sangat agung karena mengandung penyucian Allah dari segala kekurangan.
*Keutamaan Membaca Tasbih*
*1. Menghapus Dosa*
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengucapkan:
Subhanallahi wa bihamdihi
seratus kali dalam sehari, maka dihapus dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
*2. Zikir yang Ringan tetapi Berat di Timbangan*
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan dan dicintai Ar-Rahman:
Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Azhiim.” (HR. Bukhari dan Muslim)
*3. Menambah Pahala yang Besar*
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku mengucapkan: Subhanallahi wa bihamdihi, sebanyak bilangan makhluk-Nya…” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa tasbih memiliki nilai pahala yang sangat besar.
Pelajaran yang Bisa Diambil
*1. Alam Semesta Dipenuhi Zikir*
Ketika manusia lalai, seluruh makhluk tetap mengingat Allah.
Burung, pepohonan, gunung, lautan, dan malaikat terus bertasbih siang dan malam.
*2. Jangan Menjadi Makhluk yang Lalai*
Sangat memprihatinkan jika seluruh alam bertasbih, sementara manusia yang diberi akal justru lalai mengingat Allah.
*3. Perbanyak Tasbih dalam Kehidupan Sehari-hari*
Biasakan membaca:
Subhanallah
Subhanallahi wa bihamdihi
Subhanallahil ‘Azhiim
Subhanallahi wabihamdihi subhanallahil ‘azhiim
Saat:
Setelah shalat
Dalam perjalanan
Menunggu
Sebelum tidur
Setelah bangun tidur
*Klasifikasi tingkat “ringan”, “sedang”, dan “berat” dalam rangkaian zikir*
jika dilihat dari jumlah susunan kalimatnya dan besarnya bobot pahala yang terkandung di dalamnya berdasarkan hadis-hadis sahih.
Berikut adalah penjelasan, dalil, serta keutamaan dari masing-masing tingkatan tasbih tersebut:
*1. Tasbih Ringan:* Subhanallah (سُبْحَانَ اللهِ)
Artinya: “Maha Suci Allah”
Disebut ringan karena kalimatnya sangat singkat, namun memiliki keutamaan yang mampu memenuhi timbangan amal.
Dalil & Keutamaan:
Dari Mush’ab bin Sa’ad, ayahnya menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya:
”Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu mengamalkan seribu kebaikan setiap hari?” Ada yang bertanya, “Bagaimana caranya kita mendapatkan seribu kebaikan?” Beliau menjawab: “Membaca tasbih seratus kali, maka dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu dosa.” (HR. Muslim).
*2. Tasbih Sedang:* Subhanallahi wa Bihamdih (سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ)
Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya”
Zikir ini setingkat lebih panjang. Keutamaannya sangat luar biasa, terutama dalam menghapuskan dosa-dosa masa lalu dan menjadi ucapan yang paling dicintai oleh Allah.
Dalil & Keutamaan 1 (Pengampun Dosa):
Rasulullah ﷺ bersabda:
”Barangsiapa yang mengucapkan: ‘Subhanallahi wa bihamdih’ seratus kali dalam sehari, ucapan tersebut akan menghapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari & Muslim).
Dalil & Keutamaan 2 (Kalimat Terpilih):
Rasulullah ﷺ pernah ditanya, “Ucapan apa yang paling afdal (utama)?” Beliau menjawab:
”Kalimat yang Allah pilihkan bagi para malaikat-Nya dan hamba-hamba-Nya, yaitu: ‘Subhanallahi wa bihamdih’.” (HR. Muslim).
*3. Tasbih Berat:* Subhanallah wal Hamdulillah wa Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar (سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ)
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar”
Zikir ini dikenal sebagai Al-Baqiyatush Shalihat (amalan kekal yang saleh). Disebut “berat” karena menggabungkan empat inti pengagungan kepada Allah (Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir).
Dalil & Keutamaan 1 (Paling Dicintai Rasulullah):
Rasulullah ﷺ bersabda:
”Sungguh, aku mengucapkan: ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar’, itu lebih aku cintai daripada apa yang disinari oleh matahari (dunia dan seisinya).” (HR. Muslim).
Dalil & Keutamaan 2 (Tanaman di Surga):
Saat malam Isra’ Mi’raj, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menitipkan pesan kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk umatnya:
”Sampaikan salamku kepada umatmu dan kabarkan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya baik, airnya tawar, dan tanamannya adalah: ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar’.” (HR. Tirmidzi).
Ringkasan Bobot Amalan
Untuk menyimpulkan betapa “beratnya” timbangan zikir-zikir di atas di hadapan Allah, Rasulullah ﷺ menyatukannya dalam sebuah hadis penutup yang sangat indah:
”Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan (amal), dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih, yaitu: ‘Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘adhim’.” (HR. Bukhari & Muslim).
*Penutup*
QS. Al-Isra’ ayat 44 mengajarkan bahwa tasbih adalah zikir universal seluruh makhluk. Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang tidak memuji-Nya. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya menjadikan tasbih sebagai zikir harian yang selalu menghiasi lisannya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang banyak bertasbih, mengikuti zikir para malaikat, para nabi, dan seluruh makhluk di alam semesta.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ





