MADIUN – Kualitas sumber daya manusia dosen sangat berkaitan dengan output sebuah perguruan tinggi.
Di awal tahun 2026 ini, Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) berbahagia sebab berhasil menambah 3 doktor baru yang telah diwisuda dari berbagai universitas di Indonesia.
Ketiga doktor tersebut adalah Dr. Wariyatun, S.Sos., MAAPD, resmi diwisuda sebagai Doktor Antropologi dari Prodi Ilmu-Ilmu Humaniora, UGM pada Januari 2026.
Doktor Wariyatun meneliti Kepeloporan Perempuan: Penyintas Konflik Aceh dalam Pendampingan dan Advokasi Perempuan Korban Kekerasan terhadap Perempuan.
Berikutnya di bulan April, Dr. Yan Aditya, S.Pd., M.Si, resmi diwisuda sebagai Doktor Matematika dari Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Analitika Data, ITS.
Doktor Yan mengangkat disertasi berjudul Pengembangan Framework Deep Stochastic Reinforcement Learning untuk Pengukuran Resiko dan Strategi Perdagangan Karbon.
Masih di bulan yang sama, Doktor Muhammad Syarifudin, M.Sos, resmi menyandang gelar Doktor Dakwah dan Komunikasi dari Prodi Studi Islam, UIN Walisongo.
Judul Disertasi yang diangkat oleh Doktor Syarifudin adalah Strategi Dakwah Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah dalam Kontestasi Islam di Kota Surakarta.
Para doctor baru tersebut akan memperkuat Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Prodi Ilmu Aktuaria dan Prodi Ilmu Komunikasi.
Selain telah diwisudanya ketiga doktor tersebut, saat ini terdapat 6 dosen UMMAD yang sedang menempuh pendidikan doktoral baik di perguruan tinggi dalam maupun di luar negeri.
Sebagian dari dosen tersebut diharapkan akan menyelesaikan studi doktoral mereka di akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Peningkatan jumlah dosen yang meraih jenjang doktoral dan atau melanjutkan studi S3, menunjukan bahwa UMMAD sebagai salah satu PTMA membuktikan komitmennya untuk menjaga kualitas pendidikan yang diselenggarakan.
Selain itu, peningkatan mutu kualitas dosen juga menjadi bukti bahwa UMMAD semakin serius dalam mewujudkan universitas unggul dan bersaing dengan universitas-universitas yang lain. *






