Madiun, 18 April 2026 — Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menegaskan arah penguatan ekosistem akademik berbasis kolaborasi berkelanjutan melalui pelaksanaan Temu Keluarga Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat relasi antara kampus, alumni, dan dunia kerja sebagai satu kesatuan sistem pengembangan ilmu dan praktik kesejahteraan sosial. Dalam forum tersebut, Prodi Kesos UMMAD menekankan pentingnya reposisi peran alumni bukan sekadar sebagai output pendidikan, tetapi sebagai user aktif dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Program Studi S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial, Qoniah, dalam keterangannya menegaskan bahwa transformasi relasi kampus dan alumni harus bergerak dari pola linier menjadi pola sirkular kolaboratif.
“Alumni tidak hanya kami posisikan sebagai lulusan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem Tridharma. Mereka adalah user utama dari ilmu yang dikembangkan di kampus sekaligus mitra strategis dalam penguatan praktik kesejahteraan sosial di masyarakat,” tegas Qoniah.
Menurutnya, pendekatan ini merupakan bentuk adaptasi prodi terhadap kebutuhan aktual dunia kerja dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Alumni diharapkan tidak hanya menjadi pengguna lulusan, tetapi juga turut memberikan umpan balik akademik, membuka ruang riset lapangan, serta menjadi mitra pengabdian masyarakat berbasis komunitas.
Kegiatan temu alumni ini juga memperlihatkan adanya pergeseran paradigma pendidikan tinggi dari sekadar transfer pengetahuan menjadi knowledge co-creation antara kampus dan alumni. Dalam konteks ini, alumni dipandang sebagai aktor penting yang memiliki pengalaman empiris di lapangan yang dapat memperkaya kurikulum dan praktik pembelajaran. Sejumlah alumni yang hadir menyambut positif pendekatan ini. Mereka menilai bahwa keterlibatan alumni dalam Tridharma membuka ruang kontribusi yang lebih bermakna, tidak hanya sebagai pengguna lulusan tetapi juga sebagai bagian dari proses akademik itu sendiri.
PIC RPL Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMMAD menegaskan bahwa kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan branding akademik prodi di tingkat regional dan nasional.
“Kami ingin membangun model komunikasi akademik yang lebih terbuka. Alumni bukan sekadar hasil, tetapi bagian dari proses. Dengan demikian, Tridharma tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hidup di masyarakat,” ungkap Muh Niam.
Kegiatan ini juga diikuti oleh sesi diskusi interaktif yang membahas peluang kolaborasi antara alumni dan dosen dalam riset sosial terapan, pengembangan program pemberdayaan masyarakat, serta integrasi data alumni sebagai basis penguatan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan.
Selain itu, forum ini menjadi ruang refleksi terhadap tantangan lulusan kesejahteraan sosial di era transformasi digital dan perubahan struktur sosial masyarakat. Prodi Kesos UMMAD menilai bahwa keterlibatan alumni dalam desain kurikulum dan implementasi program menjadi kunci penting dalam memastikan relevansi akademik. Dalam penutup kegiatan, ditegaskan bahwa model pengembangan prodi ke depan akan berbasis collaborative ecosystem, di mana alumni, mahasiswa, dan dosen berada dalam satu siklus pembelajaran berkelanjutan.
Kegiatan Temu Keluarga Besar Kesos UMMAD 2026 ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal resmi YouTube universitas, sebagai bentuk transparansi dan perluasan jangkauan komunikasi akademik kepada publik. Dengan pendekatan ini, Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMMAD menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. (M)






