MadiunMu – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) Batch 1 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) UMM, Senin (13/7). Sebanyak 270 mahasiswa baru dari berbagai fakultas mengikuti kegiatan yang mengusung tema Impactful Digital Leadership: Inovasi Kader Berkemajuan untuk Solusi Umat dan Bangsa.
Program ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus memperkuat karakter, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan era digital.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdullah Ashim Al-Khotami dan sari tilawah yang disampaikan Nuha Azmi Azizah. Keduanya merupakan mahasiswa Program Pembinaan Ulama Tarjih (PPUT) UMM.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., Wakil Rektor V Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Kepala Pusdiklat UMM Dr. Zen Amiruddin, M.Med.Kom., serta Kepala Divisi P2KK Dr. Rahmat Hakim, M.MA.
Kepala Pusdiklat UMM, Dr. Zen Amiruddin, menegaskan bahwa P2KK tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, program tersebut merupakan ruang pembentukan karakter sekaligus wadah membangun jejaring antarmahasiswa.
“P2KK ini penting untuk membangun relasi, membangun karakter, dan skill,” ujarnya di hadapan peserta.
Zen juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah bergabung dalam kegiatan tersebut. Ia mengucapkan selamat datang sekaligus berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
“Selamat datang dan selamat mengikuti P2KK Batch 1 untuk seluruh mahasiswa baru yang hadir. Tercatat sebanyak 270 mahasiswa baru dari seluruh fakultas mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Menurutnya, mahasiswa juga harus tumbuh menjadi pribadi yang matang, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kapasitas diri dan memperluas potensi yang dimiliki.
“Belajarlah membangun kapabilitas dan potensi agar tumbuh menjadi masyarakat yang dewasa dalam segala hal sehingga mampu memberikan kemajuan bagi bangsa Indonesia,” tutur Nazaruddin.
Dalam kesempatan itu, Nazaruddin juga mengingatkan pentingnya membangun jiwa kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan publik. Ia menilai seorang pemimpin harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
“Kita harus memiliki kepercayaan diri bahwa kepentingan masyarakat lebih utama daripada kepentingan pribadi,” tegasnya lagi.
Rektor berharap seluruh peserta tidak hanya mengikuti kegiatan secara formal, tetapi benar-benar menjadikan setiap materi dan pengalaman selama P2KK sebagai proses pembelajaran. Ia meminta mahasiswa mengkaji, merenungkan, serta menikmati dinamika kebersamaan selama pelatihan agar nilai-nilai yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika terjun di tengah masyarakat.
Selain berbicara mengenai pembentukan karakter, Nazaruddin juga menyoroti tantangan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Mengacu pada hasil riset Market Brief, rata-rata lulusan perguruan tinggi membutuhkan waktu sekitar 1,8 tahun untuk memperoleh pekerjaan pertama.
Menurutnya, fakta tersebut menjadi pengingat bahwa ijazah dan prestasi akademik saja belum cukup untuk memenangkan persaingan di dunia profesional. Mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, adaptasi, kolaborasi, serta karakter yang kuat.
Karena itu, melalui P2KK, UMM ingin membekali mahasiswa dengan kompetensi yang lebih komprehensif. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, berintegritas, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi umat, masyarakat, dan bangsa.
Dengan mengusung tema Impactful Digital Leadership: Inovasi Kader Berkemajuan untuk Solusi Umat dan Bangsa, UMM menegaskan komitmennya untuk mencetak kader-kader berkemajuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang memberikan dampak positif bagi Indonesia.





