Prof. Dr. Achmad Nurmandi, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus Ketua Badan Pelaksana Harian Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, yang merupakan transformasi dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menekankan pentingnya setiap perguruan tinggi memiliki tata kelola yang kokoh berdasarkan Rencana Strategis (Renstra), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan audit mutu internal. Apa yang telah dilakukan UMY dalam tata kelola yang profesional telah terbukti menjadikan UMY kampus unggul dan berkelas internasional.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan para dosen UMJT pada Rabu (12/8/2026) di Kampus 1 UMJT. Menurut Achmad Nurmandi, tata kelola yang baik menjadi fondasi keberlanjutan dan peningkatan mutu institusi. Tanpa landasan Renstra yang jelas, SPMI yang berjalan efektif, serta audit mutu internal yang rutin, universitas akan kesulitan mencapai standar mutu yang diharapkan.
“Universitas harus memiliki tata kelola yang kuat berdasarkan Renstra, SPMI, dan audit mutu internal. Tanpa ketiga elemen ini, arah pengembangan kampus akan mudah goyah dan mutu pendidikan sulit dipertanggungjawabkan,” ujar Achmad Nurmadi di hadapan dosen UMJT. Achmad Nurmandi juga menambahkan bahwa Renstra berfungsi sebagai peta jalan jangka menengah dan panjang, sementara SPMI memastikan seluruh proses akademik dan non-akademik berjalan sesuai standar. “Audit mutu internal berperan sebagai instrumen evaluasi yang objektif untuk menemukan celah perbaikan,” tambahnya.
Achmad Nurmandi juga menyampaikan bahwa penerapan ketiga instrumen tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan nyata untuk menjaga akuntabilitas dan daya saing perguruan tinggi di tengah tantangan global. Seluruh dosen UMJT digerakan aktif mendukung implementasi tata kelola berbasis mutu tersebut di lingkungan kampus, sehingga menjadi kampus unggulan di Madiun dan sekitarnya. (MJK)






