Puluhan Warga Meninggal Dunia Akibat Gempa Flores, Muhammadiyah Ajak Seluruh Elemen Bangsa Kuatkan Solidaritas Kemanusiaan

Yogyakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan, serta memaksa ribuan warga meninggalkan rumah dan mengungsi.

Berdasarkan pembaruan data kebencanaan yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut telah mencapai 38 orang, sementara ribuan warga lainnya terdampak dan mengungsi. Data korban dan dampak bencana masih terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.

“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga saudara-saudara yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Haedar juga mendoakan agar warga yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi darurat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang sedang menghadapi musibah.

“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan,” tutur Haedar Nashir.

Muhammadiyah, kata Haedar, melalui jaringan kebencanaannya terus melakukan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” kata Haedar.

MDMC telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT, sebagai bagian dari respons awal terhadap gempa bumi yang melanda wilayah Flores.

Pengaktifan Poskorwil tersebut menjadi langkah awal Muhammadiyah untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat dipantau secara berkala, sekaligus memastikan kebutuhan kemanusiaan di lapangan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara terkoordinasi.
Haedar mengapresiasi gerak cepat para relawan Muhammadiyah yang berada di wilayah terdampak serta mengajak seluruh jaringan Muhammadiyah untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

“Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berharap proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Haedar juga mengajak masyarakat luas untuk memberikan dukungan kepada warga Flores, baik melalui doa, bantuan kemanusiaan, maupun dukungan lain yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat.

“Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan yang membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” pungkas Haedar.

Penmaru UMMAD
Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top