SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT atau UM Jatim), Prof.Dr. Sofyan Anif,M.Si menjadi pemateri dalam segmen capacity building yang menjadi bagian acara rapat rutin Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Jawa Tengah di Dinas Sosial Kota Surakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, hal penting yang disampaikan Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut adalah pentingnya kerjasama antara LKSA dengan perguruan tinggi (PT).
Kerjasama kedua pihak dapat dilakukan untuk menjalankan perubahan tata kelola LKSA. Di sisi lain juga dapat mengatasi persoalan terbatasnya sumber daya yang dimiliki dengan begitu perubahan tata Kelola LKSA dapat dilakukan.
“Tata keloloa LKSA diharapkan bisa modem dan profesional berbasis IT. Bagaimana caranya mengingat LKSA tidak punya sumber daya terkait kondisi riilnya apalagi sumber keuangannya?” ujar Prof. Sofyan.
Menurut Prof, Sofyan Anif, salah satu hal yang bisa dilakukan pengelola LKSA adalah membangun jaringan dengan perguruan tinggi dengan harapan pengelolaan LKSA bisa profesional serta akuntabel.
“Kenapa dengan PT karena PT merupakan pusat teknologi mau dibuatkan sistem apa, pasti dibuatkan,” jelas Rektor UM Jatim.
Di sisi lain, ujar rektor, dosen harus melakukan pengabdian. Kalau tidak ada unsur pengabdian dosen tidak akan bisa naik pangkat.
Rebranding
Rektor UMJT menerangkan, kerjasama dengan PT dapat dilakukan dengan melakukan rebranding keberadaan LKSA. Disinilah peran sarjana bidang kesejahteraan sosial dibutuhkan untuk penyelenggaraan pola asuh anak di LKSA
“Andai setiap LKSA ada 1 saja sarjana Kesos tentu memberi wacana lebih lengkap,” kata rektor.
Selain pola asuh terhadap anak, keberadaan PT juga dapat membantu mendapatkan akses pendidikan serta pembinaan karakter anak asuh. Beberapa hal tersebut merupakan peran profesionalitas dari LKSA.
Hal yang bisa dilakukan lagi dalam rangka rebranding tersebut adalah pembuatan website informasi keberadaan LKSA yang telah mengalami perubahan pengelolaan jadi lebih maju.
Melalui website itu, LKSA dapat menampilkan diri sebagai pusat pelayanan anak yang professional seperti halnya yang dilakukan di LKSA di luar negeri.
“Lembaga sosial anak di LN sudah canggih sehingga mereka tidak hanya mengurusi anak yatim-piatu tapi juga anak berkebutuhan dan anak-anak dari orang tua yang umum,” ujar Rektor UM Jatim.
Rektor menambahkan, pintu masuk kerjasama LKSA dengan PT itu melalui kesepakatan kerjasama bersama atau MoU.
“Silakan, UMMAD terbuka dengan LKSA manapun untuk bekerjasama. Caranya begitu bapak ibu, buat MoU dengan kampus. PT itu bisa membuat semuanya,” tandas Rektor UM Jatim. (*)






