Dari Guangxi untuk Indonesia: Mahasiswa MARS UMY Menimba Praktik Terbaik Pengelolaan Rumah Sakit Berkelas Dunia

Nanning, Tiongkok – Guna memperluas wawasan global dan mendongkrak kompetensi manajerial di sektor kesehatan, mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Residensi Internasional dan Student Mobility Program di Nanning, Guangxi, Tiongkok.
Dalam program ini, para mahasiswa mempelajari langsung sistem tata kelola di dua rumah sakit pendidikan raksasa, yakni The First Affiliated Hospital dan The Second Affiliated Hospital of Guangxi Medical University.
Adopsi Transformasi Digital Rumah Sakit


Selama residensi, fokus utama para mahasiswa tertuju pada integrasi pelayanan, pendidikan, serta riset berbasis inovasi. The First Affiliated Hospital of Guangxi Medical University dikenal sebagai salah satu pusat layanan dan teknologi kesehatan terbesar di wilayah Guangxi. Sementara itu, The Second Affiliated Hospital unggul dalam inovasi pelayanan klinis dan manajemen modern.


Salah satu poin krusial yang dipelajari adalah implementasi transformasi digital yang masif. Mahasiswa mengamati langsung bagaimana seluruh ekosistem rumah sakit—mulai dari pendaftaran, rekam medis elektronik, laboratorium, radiologi, hingga pengelolaan data klinis—telah terintegrasi dalam satu sistem digital.
“Transformasi digital di sini bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan bagaimana sistem tersebut mampu mendukung pengambilan keputusan klinis yang cepat, akurat, dan efisien demi keselamatan pasien,” ujar salah satu perwakilan peserta residensi.


Referensi untuk Transformasi Kesehatan Indonesia


Pengalaman empiris ini dinilai sangat relevan dengan arah kebijakan Indonesia yang saat ini tengah memacu transformasi kesehatan nasional. Selain sistem informasi, mahasiswa MARS UMY juga mendalami aspek:
Tata kelola organisasi dan manajemen mutu, Sistem keselamatan pasien (patient safety), Pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan Penguatan budaya penelitian di rumah sakit.
Program ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga memberikan komparasi praktis mengenai bagaimana rumah sakit akademik modern di luar negeri dikelola secara efektif dan efisien.


Buka Peluang Kolaborasi Internasional


Selain aktivitas akademik, kunjungan ini sukses membuka peluang kolaborasi strategis antara UMY dan Guangxi Medical University. Di masa depan, kedua belah pihak menjajaki potensi kerja sama berupa penelitian bersama (joint research), pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kapasitas SDM kesehatan.
Langkah internasionalisasi ini sejalan dengan visi UMY untuk mencetak lulusan unggul yang berwawasan global. Melalui program ini, para calon pemimpin fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) di Indonesia diharapkan dapat membawa pulang best practices dunia demi memajukan mutu pelayanan kesehatan di tanah air.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top