Yogyakarta – Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menyelenggarakan kegiatan screening film pendek karya mahasiswa sebagai luaran dari Blok Program Belajar Kesehatan Masyarakat (PBKM). Acara berlangsung di Amphitheater B Kampus Terpadu UMY pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan di akhir blok PBKM, di mana mahasiswa menerapkan pengetahuan kesehatan masyarakat melalui produksi film promosi kesehatan. Ketiga film yang diputar kali ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dengan fasilitas kesehatan mitra sebagai klien. Berikut tiga judul film yang ditayangkan beserta kliennya, Bukan Paru-Paru Basah, Bro! (Klinik Pratama Firdaus), Sebelum Terlambat (Puskesmas Kasihan 1), dan Nyamuk Kecil (Puskesmas Sedayu 2).
Film-film ini mengangkat isu-isu kesehatan masyarakat yang relevan dengan temuan riset di lapangan, dikemas secara kreatif agar mudah dipahami dan berdampak luas pada masyarakat. Mahasiswa melakukan pendalaman materi, penyusunan skenario, produksi, hingga pemutaran sebagai bagian integral dari pembelajaran PBKM.Dr. dr. H. Kusbaryanto, M.Kes., FISPH., FISCM., salah satu dosen pengampu blok PBKM, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “PBKM bukan hanya tentang teori kesehatan masyarakat, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu berkolaborasi dengan komunitas dan fasilitas kesehatan untuk menciptakan solusi inovatif. Melalui film, pesan-pesan pencegahan dan promosi kesehatan dapat menjangkau lebih luas, mendidik masyarakat dengan cara yang menarik dan kekinian,” ujarnya.
Kegiatan screening ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta perwakilan dari klien fasilitas kesehatan. Acara tidak hanya menjadi ajang pemutaran, tetapi juga diskusi interaktif untuk mengevaluasi efektivitas film sebagai media promosi kesehatan.Keberhasilan program PBKM di Kedokteran UMY menunjukkan komitmen fakultas dalam menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan kreatif dan berbasis bukti. Film-film ini diharapkan dapat disebarluaskan lebih luas melalui platform digital untuk memberikan dampak yang lebih besar.






