Singapura – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Integrasi Tridarma Perguruan Tinggi sebagai Peningkatan Religiusitas Berbasis Masjid di Geylang Singapura.” Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Muhammadiyah Islamic College (MIC) Geylang Singapura dan menjadi bagian dari upaya penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dan transformasi sosial-keagamaan.
Ketua tim pengabdian, Dr. Muhammad Zakiy, S.E.I., M.Sc., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan masyarakat Muslim di Singapura melalui berbagai aktivitas yang berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia berbasis masjid.
“Program ini bertujuan mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan nyata yang mampu menjawab kebutuhan keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai religiusitas secara berkelanjutan,” ujarnya saat kegiatan berlangsung pada Mei 2026.
Menurut Zakiy, masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan masyarakat yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan. Melalui pendekatan partisipatif, program ini diharapkan dapat membangun kesadaran kritis masyarakat dalam menghadapi tantangan globalisasi, perubahan sosial, serta berbagai paradigma yang berpotensi menghambat penguatan kehidupan beragama.
Tim pengabdian terdiri atas dosen dan mahasiswa lintas disiplin ilmu. Selain Dr. Muhammad Zakiy dari Program Studi Ekonomi Syariah sebagai ketua, kegiatan ini juga melibatkan Dr. Evita Yuliatul Wahidah, S.Ag., M.Pd.I. dari Program Studi Pendidikan Agama Islam. Adapun mahasiswa yang turut berpartisipasi berasal dari Program Studi Ekonomi Syariah, yaitu Zalwa Lutfiatu Nabilla, Maulana Arif Fadillah, Sakinah Izzati Nurrizqi, Cantik Srikandi Nur Ilavi, dan Muhammad Dony Caprinosya.
Dr. Evita Yuliatul Wahidah menegaskan bahwa program pengabdian ini menjadi sarana strategis untuk menghubungkan civitas akademika dengan masyarakat dalam skala internasional.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya mengarusutamakan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid sekaligus memberikan solusi atas berbagai problematika keagamaan, kebutuhan praktis umat, dan dinamika perubahan sosial-keagamaan yang terjadi di masyarakat,” jelasnya.
Pemilihan Geylang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu pusat komunitas Muslim di Singapura yang menghadapi berbagai tantangan sosial-keagamaan. Fenomena meningkatnya jumlah masyarakat yang tidak terafiliasi dengan agama, perubahan identitas keagamaan, dinamika kehidupan minoritas Muslim, hingga ancaman ekstremisme menjadi isu yang memerlukan perhatian bersama.
Berdasarkan berbagai kajian yang menjadi landasan kegiatan, Singapura mengalami peningkatan jumlah masyarakat yang tidak beragama dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, komunitas Muslim juga menghadapi tantangan terkait perubahan demografi, penguatan identitas keagamaan, serta kebutuhan akan ruang-ruang pembinaan yang mampu menjaga nilai religiusitas di tengah masyarakat multikultural.
Menanggapi kondisi tersebut, tim pengabdian UMY menawarkan pendekatan pemberdayaan berbasis masjid sebagai solusi yang inklusif dan berkelanjutan. Strategi yang diterapkan meliputi penguatan kelembagaan komunitas, pembangunan jejaring kerja sama strategis, serta pendampingan masyarakat yang menghargai pengetahuan lokal dan kebutuhan riil komunitas.
“Pendampingan dimulai dari persoalan-persoalan mikro yang memiliki dampak makro. Kami membangun kelembagaan komunitas yang fungsional dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan religiusitas masyarakat,” tambah Zakiy.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Masjid Muhammadiyah Islamic College Geylang Singapura tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan anggota komunitas Muslim setempat. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sesi diskusi, pembinaan, dan penyusunan strategi penguatan peran masjid di tengah masyarakat.
Melalui program ini, UMY berharap masjid dapat semakin berfungsi sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan sosial yang mampu menjawab tantangan zaman. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, termasuk pada tingkat internasional.
Dukungan penuh dari Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY terhadap kegiatan ini menjadi wujud komitmen universitas dalam memperluas dampak pengabdian masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.






