Kompleks bangunan kolonial di Jalan Diponegoro, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, masih berdiri kokoh meski usianya telah lebih dari satu abad. Dikenal sebagai Bosbow, kawasan ini memiliki potensi sebagai destinasi wisata heritage.
Di balik tembok-temboknya yang berarsitektur khas Hindia Belanda, tersimpan perjalanan panjang dari pusat pendidikan kolonial hingga asrama militer. Sejarah Bosbow bermula pada 1912. Saat itu, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Opleidingsschool voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di lokasi tersebut. Sekolah ini dirancang khusus untuk mendidik calon pamong praja bumiputera, terutama dari kalangan ningrat.
Pada 1927, nama lembaga berubah menjadi Middelbare Opleiding School voor Indische Ambtenaren (MOSVIA). Namun, tekanan keuangan memaksa pemerintah kolonial menutup sekolah itu sekitar 1930 dan memindahkannya ke Magelang.Bangunan kosong itu kemudian mendapat fungsi baru. Pada 26 Agustus 1939, J.H. Becking, pimpinan Jawatan Kehutanan, meresmikan Middlebare Boschbouw School (MBS) atau Sekolah Kehutanan Menengah Atas. Nama “Bosbow” lahir dari istilah Belanda Boschbouw yang berarti gedung kehutanan.
Madiun dipilih karena posisinya di tengah kawasan hutan jati Jawa Timur dan sebagai pusat pengolahan kayu. Sekolah ini sempat beroperasi hingga pendudukan Jepang pada 1942, ketika pihak Jepang menutupnya. Pasca kemerdekaan, sejak 1950-an kompleks Bosbow beralih ke tangan militer. Batalyon 508 menjadikannya markas dan asrama hingga satuan itu dilikuidasi sekitar 1970-an.
Sejak saat itu, kawasan ini berada di bawah tanggung jawab Korem 081/Dhirotsaha Jaya. Hingga kini, sebagian bangunan masih difungsikan sebagai asrama bagi prajurit aktif, purnawirawan, dan pegawai negeri sipil terkait.Kondisi fisik Bosbow relatif terawat. Bangunan utama masih memperlihatkan ciri arsitektur kolonial yang otentik.
Wacana pengembangan menjadi wisata heritage, museum, atau ruang pameran terus mengemuka, meski masih memerlukan koordinasi intensif dengan pihak TNI karena status kepemilikan kawasan.Meski rencana pengembangan masih dalam tahap kajian, Bosbow tetap menjadi salah satu aset sejarah penting Kota Madiun. Keberadaannya mengingatkan bahwa warisan kolonial tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dapat dihidupkan kembali untuk kepentingan edukasi dan pariwisata.






